Petani Kopi dan Holtikultura di Bogor Dapat Angin Segar Lewat Program Pemberdayaan

by -

METROPOLITAN.id – Kabar baik datang untuk petani kopi dan holtikultura di Kabupaten Bogor. Bersama PT Astra International Tbk dan Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bakal menjalankan program pemberdayaan di sejumlah lokasi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Siti Nurianty menjelaskan, program pemberdayaan ini berupa pembinaan Good Agriculture Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP).

GAP merupakan salah satu sistem sertifikasi dalam praktik budidaya tanaman yang baik sesuai dengan standart yang ditentukan. Sementara GHP merupakan merupakan pedoman yang berisikan mengenai tata cara penanganan pasca-panen hasil pertanian yang baik dengan tujuan menghasilkan pangan yang bermutu, aman, dan layak dikonsumsi oleh calon konsumen.

“Outputnya seperti peningkatan produktivitas. Misal yang biasanya satu pohon kopi itu menghasilkan 2,5 kilogram, dengan dibina dibantu budidaya yang baik bisa menjadi minimal 5-7 kilogram. Sehingga petani nilai tambahnya tinggi karena bisa menghasilkan banyak. Yang holtikultura juga begitu, sampai dia mendapat sertifikat organik internasional. Kalau produk organik juga kan lebih tinggi,” ujar Nurhayanti usai audiensi dengan Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan, Rabu (24/8).

Baca Juga  KPK Sibuk, Sidang Praperadilan Bupati Buton Ditunda

Untuk produksi kopi, ia menjelaskan bahwa produksi kopi di Kabupaten Bogor sekitar 7000-an ton perpanen. Jumlah tersebut terdiri dari 6000 hektare kopi robusta dan 500 hektare arabika.

“Produksi dengan 6000 hektare itu 7 ribuan ton, harusnya lebih dari itu. Selama ini robusta sudah banyak, kita dorong arabikanya,” katanya.

Ia juga tak memungkiri kendala selama ini dari para petani adalah pemasaran. Bagusnya, kerjasama ini PT Astra akan menjadi offtaker (penjamin pembelian atau penyalur hasil pertanian dari petani lokal).

“Makanya mereka juga sebagai offtaker, mereka juga menampung dan memasarkan. Harganya disepakati, tapi seharusnya di atas harga pasar. Jadi ada jaminan pasar untuk petani,” ungkapnya.

Baca Juga  Hiswana Migas dan Pertamina Tambah Ratusan Ribu Stok Gas Melon di Bogor

Menurutnya, ada beberapa tempat yang dipilih untuk program pemberdayaan ini. Untuk kopi, akan dijalankan di klaster kopi di Cisarua, Cikoneng dan Megamendung, Paseban.

Sementara untuk holtikultura organik, akan dijalankan di Desa Tajurhalang, Kecamatan Cijeruk.

“Untuk lokasi kita bersama-sama menentukannya. Kita pilih yang jalur patiwisata dulu, sehingga nanti jadi wisata juga. Kalau ini rampung mungkin bisa menyusul di daerah lain,” terang Nurianty. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *