Polisi Ciduk Enam Orang Mafia Tanah di Bogor, Satu Tersangka Pegawai BPN

by -
Satreskrim Polres Bogor berhasil mengungkap sindikat mafia tanah di Kabupaten Bogor, salah satu tersangkanya merupakan pegawai dari Kantor BPN Kabupaten Bogor.

METROPOLITAN.id – Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bogor berhasil membongkar sindikat mafia tanah di Kabupaten Bogor. Ada enam orang yang telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus pemalsuan sertifikat tanah tersebut.

Dianataranya adalah MT (30) dan SP (31) berperan sebagai pemohon sertifikat, lalu AR (28), AG (23) dan RGT (25) merupakan petugas PTSL di Kecamatan tahun anggaran 2017. Sedangkan DK (49) yang merupakan oknum ASN dari Kantor BPN Kabupaten Bogor sekaligus ketua panitia ajudikasi PTSL.

“Dari pengakuan para tersangka ini sudah menjalankan aksinya dari awal 2022. Mereka menghapus data yang ada disertifikat lama lalu diganti dengan data pemilik yang baru,” kata Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin.

Baca Juga  Asisten Menhan Prabowo: Konco Lawas hingga Eks Komandan Tim Mawar

Dengan aksinya tersebut, lanjut Iman, maka sertifikat tanah menjadi tumpang tindih dengan sertifikat yang sebelumnya telah dikeluarkan oleh Kantor BPN pada tahun sebelumnya. Tak hanya itu, para tersangka juga dapat mengakses data milik BPN lantaran salah satu tersangka ini memiliki akun yang dapat masuk ke dalam sistem di Kantor BPN Kabupaten Bogor.

“Modusnya mereka mengunakan sertifikat yang sudah ada tahun 2017-2018, kemudian mereka hapus isinya menggunakan byclean (pemutih pakaian,red). Setelah bersih mereka masukan data pemilik baru sesuai dengan permohonan kepada mereka,” paparnya.

Iman mengungkapkan dalam satu sertifikat yang dikeluarkannya, para tersangka ini memasang tarif Rp25 juta. Dan saat ini pihaknya masih mendalami sudah berapa banyak para tersangka mengeluarkan sertifikat palsu.

Baca Juga  Mas Menteri Sandiaga Kunjungi Galeri Museum Basket di Kota Bogor

“Kita masih dalami kasusnya. Enam orang tersangka dikenakan pasal 372, 378 dan 263 serta pasal 55 junto 56 KUHP dengan ancaman penjara 6 tahun penjara,” kata Iman.

Sementara itu Kepala ATR/BPN Kabupaten Bogor, Yan Septedyas memastikan jika kasus yang diungkap jajaran Polres Bogor tersebut akan menjadi bahan evaluasi pihaknya untuk memperbaiki sistem yang menjadi akses pembuatan sertifikat.

Apalagi, kata dia, kasus itu melibatkan salah satu anak buahnya di BPN. Dimana oknum tersebut merupakan salah satu pejabat yang memiliki data di sistem arsip BPN.

“Yang bisa masuk ke sistem itu adalah orang yang memiliki akun, dan akun tersebut merupakan milik personel. Sehingga, kami berupaya untuk lebih menguatkan sistem secara internal kami,” kata Dyas.

Baca Juga  Cari Korban Longsor di Sukajaya, Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

Menurutnya, awal terjadinya pemalsuan ini lantaran DK yang merupakan oknum pegawai BPN ini memiliki tugas di lapamgan dan di kantor. Sehingga untuk mempercepat pekerjaannya, tersangka mempercayakan akun miliknya kepada stafnya.

“Staf tersangka yang menyalahgunakan akun untuk mengganti data-data yang ada pada sistem di BPN. Makanya kedepan saya minta agar seluruh pegawai menggangi password akun maksimal seminggu sekali atau beberapa hari sekali,” ungkapnya. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published.