Polisi Dalami Kasus Penyelundupan Biji Kokain dari Kebun Raya Bogor: Masih Satu Keluarga, Tapi Pohonnya Sudah Mati

by -

METROPOLITAN.id – Terbongkarnya kasus penyelundupan biji kokain yang disebutkan berasal dari Kebun Raya Bogor memasuki babak baru.

Teranyar, jajaran Satnarkoba Polresta Bogor Kota melakukan penyelidikan langsung ke Kebun Raya Bogor pada Senin (8/8).

Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota, Kompol Agus Susanto menuturkan, penyelidikan dilakukan untuk mengetahui kebenaran pengakuan tersangka SDS (53), yang mengaku mendapatkan bibit biji koka (bahan dasar narkoba jenis kokain) dari Kebun Raya Bogor.

Adapun, menurutnya, berdasarkan keterangan pihak Kebun Raya Bogor dan hasil peninjauan langsung di lapangan, diketahui bahwa di Kebun Raya Bogor ada dua jenis tanaman yang bernama Erythroxylum Novogranatense berasal dari Amerika Selatan dan Erythrocylum Cuneatum berasal dari Indonesia.

Baca Juga  Kawin Bulan Depan, Buku Nikah Dikirim via WA

Di mana, kedua tanaman yang masih sejenis dengan tanaman Erythroxylum Coca (bahan dasar narkoba jenis Kokain) itu masing-masing hanya tersisa satu pohon di Kebun Raya Bogor.

“Itu pun yang tersisa hanya tanaman Erythroxylum Cuneatum, yang masih hidup. Untuk tanaman Erythroxylum Novogranatense yang ada di Kebun Raya Bogor dalam keadaan mati sejak 4 Agustus 2022,” kata Kompol Agus kepada wartawan, Selasa (9/8).

Meski masih satu keluarga, dijelaskan Kompol Agus, tanaman Erythroxylum Novogranatense yang berasal dari Amerika Selatan ini berbeda dengan tanaman Erythroxylum Coca.

Sementara, apakah tanaman Erythroxylum Novogranatense ini memiliki kadar jenis yang sama dengan narkoba jenis kokain, hal itu harus dilakukan uji lab terlebih dahulu.

Baca Juga  Pemuda Nasionalis Minta KPK 'Jemput' juga Penyedia Kontruksi Proyek Kandang Roda-Pakansari

“Kalau tanamannya sama. Model daun dan bijinya juga sama, itu kan masih satu family (keluarga). Mungkin itu yang digunakan pelaku (tanaman Erythroxylum Novogranatense),” ucapnya.

“Tapi mengenai kadar jenisnya sama dengan kokain itu harus diuji lab lagi untuk memastikan, dan itu adanya di pusat. Kalau (bahan dasarnya) fure dari tanaman Erythroxylum Novogranatense saya pikir hasilnya tidak akan sama dengan kokain yang beredar,” sambung dia.

Sedangkan, ditambahkan Kompol Agus, untuk tanaman Erythrocylum Cuneatum yang berasal dari lokal Indonesia, dapat dipastikan bahwa tanaman ini bukan bahan dasar dari kokain.

Sebab, tanaman ini berbeda dengan tanaman Erythroxylum Coca. Mulai dari biji, daun hingga ukuran pohonnya itu sendiri.

Baca Juga  Serapan Anggaran Dinas Kota Bogor Jeblok, DPRD : Banyak yang Baru 27 Persen

“Itu berbeda, sama sekali berbeda. Kalau yang lokal tidak termasuk (jenis bahan kokain),” tandas Kompol Agus.

Diketahui, seorang pria berusia 53 tahun berinisial SDS ditangkap oleh Badan Narkotika Polda Metro Jaya usai melakukan pengiriman bibit koka atau bahan baku narkotika jenis kokain ke luar negeri.

Tersangka SDS juga kedapatan menanam pohon coca di kediamannya. Bibit tanaman narkotika itu dia sebut dapat dari Kebun Raya Bogor, Kota Bogor. (rez) 

Leave a Reply

Your email address will not be published.