Polres Bogor Gagalkan Peredaran 1,3 Kilogram Sabu dengan Omzet Rp1,6 Miliar

by -
Sat Narkoba Polres Bogor berhasil mengamankan seorang pengedar narkoba dengan barang bukti 1,3 Kilogram sabu.

METROPOLITAN.id – Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor berhasil menangkap bandar besar narkoba yang kerap beroperasi di wilayah Jabodetabek. Dari tangan bandar tersebut, setidaknya polisi berhasil mengamankan barang bukti 1,3 kilogram sabu.

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengatakan, tersangka MAS merupakan bandar yang kerap beroperasi diwilayah Jabodetabek, ia menggunakan sistem COD dan tempel saat melakukan transaksi kepada pelanggannya.

“Dari pengakuan tersangka MAS ini, ia mendapatkan barang dari Jakarta atau bandar lainnya untuk dijual di Bogor dan sekitarnya,” kata Iman.

Tersangka MAS sendiri merupakan karyawan swasta, ia menjual sabu melalui media sosial dan kepada teman-temannya yang merupakan pengguna juga. MAS menjual sabu Rp1,3 juta untuk setiap satu gram sabu.

Baca Juga  Kades Dilaporkan Ke Kejaksaan Terkait Dugaan Penyimpangan Penggunaan Anggaran APBD

“Modus operandi tersangka ini dengan menjual narkoba dengan sistem COD kemudian dengan sistem tempel dimana barangnya akan disimpan disuatu tempat dan pembeli di kasih petunjuk melalui peta,” paparnya.

Dengan sejumlah sabu ini, 1,3 kilogram sabu ini, lanjut Iman, pihaknya berhasil menyelamatkan 7.000 jiwa masyarakat. Sedangkan jika 1,3 kilogram sabu tersebut dikonversikan ke rupiah maka bisa mencapai Rp1,6 Miliar.

“Tersangka sudah dilakukan penahanan dan kami akan terus mengembangkan penyidikan ini pada jaringan-jaringan narkoba lainnya,” kata dia.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Bogor AKP Muhammad Ilham mengungkapkan, dari pemeriksaan yang dilakukannya MHS telah menjalankan bisnis haramnya selama dua bulan terakhir. Ia menjalankam bisnisnya gidam seorang diri namun ada rekan binisnya yang lain.

Baca Juga  Siapa Lebih Unggul?

“Untuk jaringannya sendiri kami masih pendalaman. Yang kami amankan baru satu orang, masih ada 1 orang DPO,” kata Ilham.

Tersangka MHS disangkakan pasal 112 ayat 2 dan 114 ayat 2 UUD nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana minimal 5 tahun penjara maksimal 20 tahun penjara dengan denda minimal Rp1 Miliar dan maksimal Rp10 Miliar. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *