PTM Disetop bila Ada Kasus Covid-19 di Sekolah

by -

METROPOLITAN – Men­teri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendik­budristek), Nadiem Makarim, meminta sekolah menghen­tikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sementara bila ada warga sekolah yang ter­kena Covid-19.

Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Mendikbud-Ristek Nomor 7 Tahun 2022 tentang Diskresi Pelaksanaan Keputusan Bersama 4 Men­teri tentang Panduan Penyel­enggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

“Sekolah yang menghentikan kegiatan pembelajaran tatap muka akan menggelar belajar jarak jauh,” begitu salah satu inti dari surat tersebut, kema­rin.

Surat edaran ini ditandatan­gani Nadiem Makariem pada 29 Juli 2022. Kebijakan ini diambil lewat kesepakatan bersama dengan Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Agama, Kemen­terian Kesehatan dan Kemen­terian Dalam Negeri.

Baca Juga  Jelang PTM di Kota Bogor, Anak Belum Divaksin Nggak Boleh Masuk Sekolah? Ini Kata Kadisdik

Sebelumnya, Sekretaris Di­rektorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmi­zi, mengatakan, untuk men­cegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah, anak yang memiliki keluhan sakit, seperti batuk pilek, tidak di­perkenankan melakukan pembelajaran tatap muka.

“Kalau ada anak yang batuk pilek nggak boleh sekolah, jadi harus istirahat, sudah ada dan merujuk pada SKB Empat Menteri,” ujar Nadia.

Nadia juga menekankan pihak sekolah memastikan bahwa semua guru dan te­naga pendidik di lingkungan sekolah bisa mendapatkan vaksinasi lengkap.

Selain vaksinasi dosis per­tama dan kedua, guru dan tenaga pendidik juga diha­rapkan bisa memenuhi ke­wajiban vaksinasi dosis ke­tiga atau booster.

“Saat ini kebijakan kita sudah harus mendapatkan vaksi­nasi booster, maka guru dan tendik di sekolah tak cukup dua vaksin, tapi harus mel­engkapi dengan vaksinasi booster,” tutur Nadia.

Baca Juga  PTM Sebabkan Kerumunan, Satgas Minta Kepsek Evaluasi

Selain itu, semua warga se­kolah diminta taat terhadap protokol kesehatan dan se­kolah wajib memiliki fasilitas cuci tangan.

“Dalam proses belajar mengajar, kita ingat memakai masker tetap harus dilakukan. Jadi, kita berharap para guru tetap menggunakan masker,” kata Nadia. (rb/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.