Ribuan Angkot di Bogor Terancam Tak Bisa Beroperasi

by -
PROGRAM: Beberapa angkot ngetem di halte Kapten Muslihat, kemarin. Dishub pun berencana mempercepat transportasi dengan rerouting angkot.

METROPOLITAN.id – Sebanyak 1.010 unit angkutan kota (Angkot) yang ada di wilayah Kota Bogor terancam tak lagi bisa beroperasi.

Hal itu bisa terjadi lantaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor telah membekukan Izin Penyelenggaraan Angkutan Perkotaan (IPAP) dari ribuan angkot tersebut.

Kepala Dishub Kota Bogor, Eko Prabowo menuturkan, pembekuan izin ribuan angkot ini dilakukan setelah melewati sejumlah tahapan. Mulai dari peringatan satu hingga ketiga.

Namun, karena pemilik angkot atau badan hukum tidak mengindahkan peringatan tersebut, sehingga otomatis izin angkot-angkot tersebut dibekukan.

Sementara, Dishub sendiri sudah melayangkan surat ke Organda Kota Bogor atas tindaklanjut pembekuan izin ribuan angkot tersebut.

“Jadi ini sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009, PPRI nomor 74 tahun 2014, Permenhub Nomor 98 tahun 2013 dan Perda Kota Bogor nomor 10 tahun 2019,” kata pria yang akrab disapa Danjen, Senin (15/8).

Baca Juga  Hadiri Harlah NU Ke-96, Menko Airlangga Dorong Percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat

Adapun, dijelaskan Danjen, beberapa pelanggaran yang dilakukan sehingga ribuan angkot ini IPAP-nya dibekukan, diantaranya tidak melakukan pembayaran retribusi, tidak menginformasikan eksistensi keberadaan operasional kendaraan unitnya.

Serta, tidak melakukan upaya perbaikan terhadap hak-hak 12 perizinan rutinitasnya seperti peremajaan dan lainnya.

“Kami masih memberikan upaya penyelesaian administrasi selama 30 hari kerja kepada para pemilik angkot ataupun badan hukum. Apabila sampai batas waktu tidak dilakukan penyelesaian administrasi, maka angkot-angkot itu akan dicabut trayeknya,” ucapnya.

Sedangkan, dari ribuan angkot yang izinnya dibekukan mereka berasal dari Badan Hukum seperti Koperasi Kauber, Koperasi Kopem, Koperasi Madani, PT Gomecindo, Koperasi Kopama, Koperasi Kophim, Koperasi Kammi, Koperasi Kencana Jaya.

Baca Juga  Menko Airlangga Apresiasi Komitmen Eropa Perkuat Kerja Sama Ditengah Konflik Rusia-Ukraina

Lalu, Koperasi Kopata, Koperasi Komara, PT Gunung Salak Perkasa, Koperasi KAKB, Koperasi Kosapag, PT Setia Mandiri Indah, Koperasi Kojapab, Koperasi Kodjari, serta angkot milik perorangan berjumlah 39 unit.

“Ini adalah angkot-angkot dari seluruh trayek yang ada di Kota Bogor. Dengan pemberlakukan pembekuan dan pencabutan itu, dapat lebih menata angkutan perkotaan di wilayah Kota Bogor dengan menjalankan program re-routing angkot dengan program 3:1 ataupun 2:1,” tandas Danjen. (rez) 

Leave a Reply

Your email address will not be published.