Ridwan Kamil Bangun Lumbung Padi di Bogor

by -

METROPOLITAN.id – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil membangun 9 Leuit atau lumbung padi di Kabupaten Bogor. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi krisis pangan di tengah masyarakat.

9 Leuit yang akan dibangun yakni di 3 desa di Kecamatan Rumpin, yakni Desa Rabag, Desa Rumpin dan Desa Cipinang. Lalu dua desa di Kecamatan Ciampea, yakni Desa Bojong Jengkol dan Desa Ciampea Udik.

Selanjutnya di Desa Jagabita Kecamatan Parungpanjang, Desa Sadeng Kecamatan Leuwisadeng, Desa Urug Kecamatan Sukajaya, dan Desa Malasari Kecamatan Nanggung.

Ridwan Kamil menjelaskan, Jawa Barat ingin menjadi provinsi yang paling tangguh dalam menghadapi krisis pangan.

Ia mengibaratkan, krisis pangan nyaris sama seperti Covid-19. Awalnya, muncul di tempat lain akan tetapi lama-lama sampai ke wilayah.

Baca Juga  Nggak Pernah Ngantor, Posisi Asisten Administrasi Pemkab Bogor Kosong

“Makanya supaya tidak kejadian, sudah kelaparan pas krisis pangan, sekarang kita mulai budaya menabung pangan dalam bentuk bangunan nanti dari Gubernur dalam bentuk Leuit. Programnya disebut Tapal Desa, (ketahanan pangan digital desa). Nanti pemasukkan pangan dicatat, keluar pangan dicatat. Mungkin subsidi silang kalau nanti ada krisis juga akan dicatat di aplikasi,” kata Ridwan Kamil saat pencanangan pembangunan Leuit di Desa Ciampea Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, (11/8).

Ridwan Kamil menjelaskan konsep digitalisasi tersebut. Nantinya, ada aplikasi untuk mencatat jumlah gabah yang disetorkan kepala desa.

Dengan konsep silih asih, silih asah, silih asuh, program ini juga bisa memberikan sumbangsih kepada wilayah lain yang membutuhkan pangan. Karena tercatat salam sistem, keputusan yang diambil akan lebih akurat.

Baca Juga  Tipu 25 Warga Dapat Rp169 Juta

Menurutnya, Kabupaten Bogor termasuk yang paling siap dengan program tersebut. Pemilihan lokasi di Desa Ciampea Udik juga lantaran wilayah teraebut yang paling siap dan paling maju dalam gagasan seperti ini.

“Hari ini Kabupaten Bogor alhamdulillah yang paling progresif, paling siap, ada 9 desa yang menyatakan tanahnya sudah siap seperti yang kita lihat. Warganya juga sudah badami, sudah musyawarah untuk memahami bahwa rezeki dari Allah ini kita sisihkan untuk diri kita sendiri. Seperti asuransi lah, kita bayar preminya pas kita sakit, kita meninggal baru terasa manfaatnya,” ungkapnya.

Ridwan Kamil berharap Leuit ini juga bisa dibangun di ribuan desa yang ada di Jawa Barat. Program ini sendiri terinspirasi dari para leluhur Sunda yang biasanya memiliki banyak Leuit.

Baca Juga  Waduh, Stok Vaksin di Bogor Habis, Capaiannya Baru 50 Persen

“Inilah jawaban ketahanan pangan di jawabarat dalam menghadapi potensi krisis pangan dunia di masa depan. Jadi ini melatih budaya yang mudah-mudahan menjadi kebanggan kita, yang lain krisis pangan insyaallah Jawa Barat dan desa-desanya tangguh,” harap Ridwan Kamil. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.