Saksi KPK Mentahkan Dugaan Aktor Utama Suap BPK Dekat dengan Ade Yasin

by -
Kepala BPKAD Kabupaten Bogor Teuku Mulya saat jadi saksi Persidangan kasus dugaan suap Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin di PN Tipikor Bandung, Rabu (3/8). (Ryan/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Dalam dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap kasus dugaan suap yang menyeret Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin, sang bupati disebut dekat dengan terdakwa lainnya, Ihsan Ayatullah.

Ihsan disebut merupakan aktor utama perkara suap auditor BPK.

Dalam persidangan lanjutan dengan menghadirkan saksi oleh Jaksa KPK, Rabu (3/8) lalu, salah satu saksi yaitu Teuku Mulya, justru mematahkan adanya dugaan kedekatan terdakwa Ihsan Ayatullah dengan Ade Yasin

“Terkait pertemuan (Ade Yasin dengan Ihsan) saya tidak tahu. Mungkin sering ketemu, tapi apa itu menunjukkan kedekatan?” katanya saat sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung, Rabu (3/8) malam.

Teuku Mulya yang menjabat Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor mengatakan bahwa tidak ada penugasan khusus dari dirinya, ataupun terlebih permintaan Ade Yasin untuk menjadikan Ihsan sebagai pendamping tim Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Barat saat proses audit.

Baca Juga  Ekspansi Kredit, Bank BJB Siap Rights Issue di 1Q 2022

Menurutnya, Ihsan yang merupakan anak buahnya sebagai Kasubid Kas Daerah di BPKAD justru diminta oleh tim BPK sebagai pendamping lantaran sudah berpengalaman.

“Tentunya waktu (rapat) dengan BPK semua teman-teman BPKAD saya undang. Saya mempersilahkan BPK memilih pendamping siapa yang mereka nyaman. Ini untuk memudahkan pengumpulan data,” tegasnya.

Kesaksian Teuku Mulya pun mementahkan tudingan keterlibatan Ade Yasin dalam dugaan suap untuk memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Ia menuturkan bahwa tanpa ada permintaan dari Ade Yasin pun, opini WTP tetaplah sebuah target.

Sebab merupakan Indeks Kiinerja Utama (IKU) dan tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) dari BPKAD.

“Instruksi bupati untuk WTP itu memang sudah tertuang di RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, red). Ibu Bupati setiap kesempatan pasti mengingatkan BPKAD mampu mempertahankan WTP karena itu tertuang dalam RPJMD kita,” paparnya.

Baca Juga  Jelang Hari Natal, Kapolresta Pastikan 78 Gereja se-Kota Bogor Dijaga Ketat

Sementara itu saksi lain yang dihadirkan oleh KPK, yakni Wiwin Yeti Heryati yang merupakan Kabid Akuntansi Dan Teknologi Informasi (BPKAD), menyebutkan bahwa Ihsan berlaku sebagai Person In Charge (PIC) atas seluruh urusan dengan auditor BPK, karena diminta oleh pihak BPK dengan alasan sudah mengenal baik.

“Karena hubungan Pak Ihsan dengan BPK baik, maka Pak Ihsan yang menjadi PIC-nya. Kedekatannya karena tim BPK-nya laki-laki, jadi kalau dengan saya kagok, kalau pak Ihsan cepat,” papar Wiwin.

Tak ayal, Ihsan Ayatulloh disebut-sebut sebagai aktor utama dalam perkara dugaan suap auditor BPK lantaran aktif mengambil uang dari sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan pengusaha untuk diberikan kepada auditor BPK.

Diketahui pada persidangan yang digelar Rabu (3/8) sejak pukul 10:30 WIB hingga pukul 21:20 WIB itu, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan lima PNS dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sebagai saksi untuk terdakwa Ade Yasin pada perkara dugaan suap auditor BPK RI.

Baca Juga  Zaenal Abidin sejahterakan Masyarakat Desa

Lima orang yang hadir di PN Tipikor Bandung yaitu Sekretaris Daerah (Sekda) Burhanudin, Subkoordinator Pelaporan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Hany Lesmanawaty.

Kemudian, Kepala Bidang Akuntansi Dan Teknologi Informasi BPKAD Wiwin Yeti Heryati, Sekretaris BPKAD Andri Hadian, serta Kepala BPKAD Kabupaten Bogor Teuku Mulya.

Setidaknya jaksa Penuntut Umum KPK disebut akan menghadirkan 35 sampai 40 saksi pada agenda sidang pembuktian.

Saksi-saksi tersebut terdiri dari pegawai lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor dan para pengusaha, serta akan dilanjutkan kembali pada Senin (8/8).

Dengan agenda mendengarkan keteĀ­rangan saksi dari KPK. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.