Sekretaris Disdagin Kabupaten Ditetapkan Tersangka oleh Kejari Kabupaten Bogor, Mangkir karena Sakit, Sumardi bakal Dijemput Paksa

by -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor berencana menjemput paksa tersangka kasus korupsi dana kebencanaan, yakni Sumardi yang saat ini menjabat sekretaris Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin), jika kembali mangkir dalam pemanggilan yang dilakukan penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Bogor.

PEMERIKSAAN Sumardi sebelumnya telah dijadwalkan pada Kamis (4/7) oleh penyi­dik Pidsus Kejari Kabupaten. Namun, ia mangkir dalam pemeriksaan yang telah dijad­walkan tersebut dengan alasan sakit.

“Kita panggil yang bersang­kutan hari ini, tapi yang ber­sangkutan mengirimkan surat sakit melalui kuasa hukumnya,” terang Kasi Pidsus Kejari Ka­bupaten Bogor, Dody Wiraat­maja.

Dengan mangkirnya Su­mardi dalam pemanggilan, Dody bakal memanggil ulang pada Kamis (18/8). Namun jika kembali mangkir, pihaknya tak segan menjemput paksa Sumardi. “Kita minta Sumar­di kooperatif. Kalau tidak yang bersangkutan akan kita jemput paksa,” tegasnya.

Baca Juga  Masa Kalah Sama Manajemen Tokeh Angkot

Dody juga membantah ter­kait kabar jika tersangka telah mengembalikan sejumlah uang yang membuat negara meru­gi. Meski hal tersebut dilakukan tersangka, tak lantas mengha­pus tindak pidana korupsi yang dilakukan Sumardi.

“Ini sudah penetapan ter­sangka, kita akan lanjutkan proses hukumnya. Terkait pengembalian uang negara, sampai saat ini belum ada. Kita belum terima. Kalaupun yang bersangkutan mengem­balikan uang negara, silakan itu hak tersangka. Tapi ada mekanisme yang tetap berja­lan dan tidak serta merta kasus hukumnya selesai,” jelasnya.

Selain itu, Dody juga men­gungkapkan mengapa Su­mardi baru ditetapkan men­jadi tersangka, padahal kasus korupsi yang dilakukannya sudah terjadi beberapa tahun silam.

“Kasus korupsi ini sudah berjalan sejak lama, bahkan sudah beberapa kali ganti kasi pidsus. Ditambah saat itu perhitungan kerugian nega­ranya belum keluar. Ketika saya menjabat di sini saya dorong dan Alhamdulillah sudah ada hasil kerugian negaranya,” ungkap Dody.

Baca Juga  Kejari Bogor Kawal Vaksinasi dan Pelaksanaan PEN

Diketahui, skandal korupsi dana kebencanaan yang dila­kukan Sumardi dilakukan saat dirinya menjabat kepala Bi­dang Kedaruratan dan Lo­gistik (Ratik) BPBD Kabupa­ten Bogor medio 2011-2018. (mam/eka/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *