Selain Sekda Burhanudin, Ini Pejabat Pemkab Bogor yang Jadi Saksi Kasus Ade Yasin

by -
Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin bersama pejabat BPKAD Kabupaten Bogor dihadirkan sebagai saksi kasus dugaan suap Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin di PN Tipikor Bandung, Rabu (3/8). (Ryan/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Selain Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanudin, tak kurang dari empat pejabat SKPD pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor turut dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan suap yang menyeret nama Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin, di PN Tipikor Bandung, Rabu (3/8).

Selain Burhanudin, keempat saksi dari jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berasal dari pejabat Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor.

Yakni Kepala BPKAD Kabupaten Bogor Teuku Mulya, Sekretaris BPKAD Kabupaten Bogor Andri Hadian, Kepala Bidang Akuntansi Dan Teknologi Informasi BPKAD Kabupaten Bogor Wiwin Yeti Heryati dan Subkoordinator Pelaporan Dinas BPKAD Kabupaten Bogor Hany Lesmanawaty.

Baca Juga  Dianggap Belum Maksimal, Perumda di Kota Bogor Diminta Lebih Kerja Keras Perah Pendapatan

Hingga berita ini diturunkan pukul 11:20 WIB, pemeriksaan saksi-saksi masih berlangsung. Kelima saksi dihadirkan pada waktu yang bersamaan.

Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin sendiri kembali tidak dihadirkan secara langsung dalam persidangan. Ade Yasin mengikuti persidangan dari Rutan Perempuan Kelas II Bandung secara daring.

Sebelumnya, Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin sudah terlihat ada di PN Tipikor Bandung sejak pukul 09:30 WIB.

Sekda datang mengenakan setelan kemeja berwarna putih dan celana panjang hitam, sembari menenteng kertas putih.

Sekda Burhanudin dihadirkan sebagai saksi dari jaksa KPK.

Diketahui, sidang sebelumnya berlangsung pada Senin (1/8) lalu dengan putusan dari majelis hakim bahwa persidangan tetap dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi. Dengan begitu, eksepsi dari kuasa hukum Ade Yasin terhadap dakwaan jaksa KPK ditolak oleh majelis hakim.

Baca Juga  Jelang Ajaran Baru, DocLink Bareng Wakalahmu Gelar Pemeriksaan Gratis buat Mahasiswa Tazkia

Meski begitu, Kuasa Hukum Ade Yasin Dinalara Butar Butar sangat optimis bisa membuktikan bahwa Ade Yasin tidak bersalah dalam perkara dugaan pemberian suap Rp1,9 miliar kepada BPK RI perwakilan Jawa Barat.

“Kami sangat optimis membuktikan Ade Yasin tidak terlibat, tidak bersalah dalam perkara ini. Nanti akan kita buka pada saat pembuktian,” tutupnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.