Siswi SMP di Bogor Nggak Pulang-pulang, Ternyata Jadi Korban Pencabulan, Pernah Dibawa ke Puncak

by -
Ilustrasi pencabulan. (Shutterstock)

METROPOLITAN.id – Seorang siswi SMP di Cibungbulang, Kabupaten Bogor diketahui menjadi korban pencabulan. Hal itu diketahui usai pelajar 17 tahun tersebut tak pulang-pulang ke rumahnya.

Korban merupakan siswi kelas 3 SMP. Sementara terduga pelaku merupakan teman dekatnya.

Awalnya, korban diketahui tak pernah pulang lagi ke rumahnya. Orang tua korban pun melakukan pencarian.

Dari pencarian tersebut, orang tua korban mendapat informasi dari teman-teman anaknya bahwa korban masih masuk sekolah meski tidak pulang ke rumah.

Berbekal informasi tersebut, orang tua korban lalu menjemputnya di sekolah.

“Diketahui informasi dari teman-teman sekolahnya bahwa korban yang masih berstatus pelajar tersebut masih masuk sekolah. Dari situlah dilakukan penjemputan oleh orang tuanya di sekolah,” ujar Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Siswo Tarigan, Sabtu (6/8).

Baca Juga  JALUR PUNCAK HANYA DIBUKA UNTUK MOTOR

Akhirnya, korban pun mengakui selama dirinya taj pulang ke rumah ia tinggal di salah satu kontrakan yang dibiayai teman dekatnya.

“Dan selama selama kenal, teman dekatnya tersebut telah melakukan hubungan layaknya suami istri beberapa kali,” ungkapnya.

Pihak keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Setelah melalui proses penyelidikan, pelaku berhasil diamankan di kontrakannya.

“Dari penyidikan yang kami lakukan terhadap pelaku HS ini bahwa dirinya mengakui pernah berhubungan layaknya suami istri sebanyak tiga kali. Yang mana hal tersebut dilakukan di rumah orang tuanya sebanyak dua kali dan sekali di sebuah villa di kawasan Puncak Bogor,” terang Siswo.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 dan atau Pasal 82 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 64 KUHPidana.

Baca Juga  Pemkab Bogor Dikirimi Peti Mati, Ini Kata Bupati

“Ancaman hukuman paling Singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp5 miliar,” tandasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.