Terkuak! Terdakwa Ihsan Ayatullah Sebut Ade Yasin Nggak Terlibat dalam Aliran Uang Suap ke BPK

by -
Suasana persidangan kasus dugaan suap BPK yang menyeret Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin. (Ryan/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Salah satu terdakwa kasus suap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyeret nama Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin, yakni Ihsan Ayatullah, akhirnya buka suara terkait aliran uang suap.

Ihsan yang merupakan Kasubid Kasda di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mengungkapkan bahwa Ade Yasin tidak terlibat soal adanya aliran uang.

Hal itu terkuak saat sidang lanjutan di PN Tipikor Bandung, Senin (15/8). Di mana jaksa KPK menghadirkan 10 saksi dari satuan kerja di lingkungan Pemkab Bogor.

Dalam persidangan, Ihsan dimintai tanggapan terkait keterangan para saksi. Ihsan pun menjawab bahwa penarikan uang dari sejumlah pegawai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan pengusaha, terjadi bukan atas perintah Ade Yasin sebagai bupati.

Baca Juga  Gelap Gulita, Tol Bocimi Rawan Laka

“Saya melakukan ini tanpa ada permintaan dari AY dan RY (mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin,red),” katanya dalam persidangan, Senin (15/8).

Ihsan menegaskan bahwa dirinya dimanfaatkan oleh auditor BPK bernama Hendra Nur Rahmatullah, yang kini juga berstatus terdakwa, untuk berkomunikasi ke pegawai Pemkab Bogor atas permintaan sejumlah uang dari BPK.

“Selalu saya sampaikan kepada SKPD untuk menemui BPK langsung. Saudara Hendra sering memanfaatkan saya untuk meminta uang ke SKPD,” ujar Ihsan.

Sementara itu, salah satu saksi yang dihadirkan Jaksa KPK, Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor Rieke Iskandar mengaku memberi uang kepada terdakwa Ihsan Ayatullah, karena Ihsan mengaku dimintai uang oleh auditor BPK.

Baca Juga  Ade Yasin Ajak Warga Puncak Ikut Bahas Ganjil Genap

“Tidak ada temuan di KONI. Ihsan minta tolong, bahasa di teleponnya dia perlu uang buat BPK, bisa bantu tidak Rp150 juta. Jadi saya berikan Rp50 juta,” kata Rieke.

Diketahui, jaksa KPK menghadirkan 10 saksi pada agenda sidang pemeriksaan saksi-saksi, setelah sebelumnya menghadirkan 17 saksi pada tiga kali sidang sebelumnya.

Para saksi yang dihadirkan kali ini yakni Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi Yukie Meistisia Ananda Putri, Kasubbag Kepegawaian RSUD Ciawi Irman Gapur, Kepala Bagian Keuangan RSUD Cibinong Yuyuk Sukmawati, Kasubbag Anggaran RSUD Cibinong Saptoaji Eko Sambodo dan Kabag Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor Achmad Wildan.

Baca Juga  Polisi Amankan Satpam Pelaku Cabul Anak Berkebutuhan Khusus di Bogor

Kemudian, Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor Rieke Iskandar, Kasubbag Keuangan Kecamatan Cibinong Mujiyono, Analis Kebijakan/Kasubkoor PDA Badan Pengadaan Barang Jasa (PBJ) Setda Kabupaten Bogor Unu Nuriman, Kabid Sarpras Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor Desirwan Kuslan dan Kabag Keuangan RSUD Cileungsi Ijo Hataji.

Awalnya, jaksa KPK direncanakan menghadirkan 11 orang saksi. Namun satu orang saksi batal hadir di persidangan, yaitu Kabag Keuangan Dinkes Kabupaten Bogor, Heri Heryana.

Di akhir persidangan, Ketua Majelis Hakim memutuskan sidang kembali dilanjutkan pada Senin (22/8) mendatang. Dengan agenda menghadirkan saksi dari KPK, yang disebut total berjumlah 35 sampai 40 orang. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.