Waktu Tindaklanjut Temuan BPK Sudah Habis, Pemkot Bogor Bakal Lakukan Ini

by -
Sekretaris Daerah Kota Bogor Syarifah Sofiah. (Ryan/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Dibalik temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Bogor tahun 2021 yang belum diselesaikan sampai saat ini memunculkan fakta mengejutkan.

Proses waktu tindaklanjut untuk menagih dana kelebihan pembayaran atas kegiatan 5 mega proyek yang dikerjakan pada tahun anggaran 2021 itu telah habis dari waktu yang sudah ditentukan, yakni selama 60 hari.

Hal itu pun diakui Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah. “Kita sebetulnya batasnya bersama DPRD menyelesaikan selama 60 hari, (tapi saat ini) ya sudah lewat,” kata Syarifah kepada wartawan, baru-baru ini.

“Nah ini yang kita minta ke penyedia jasa, dan PPK terus saja (melakukan penagihan) walaupun sudah lebih (dari waktu yang ditentukan). Karena penilaian kan bukan dari kita,” sambungnya.

Baca Juga  Kota Bogor Diterjang Angin Kencang, 7 Mobil Ringsek Ketimpa Pohon Tumbang

Disinggung apakah memungkinkan Pemkot Bogor menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) untuk melakukan penagihan ini, Syarifah menilai itu bisa saja.

“(Lewat) Jaksa memungkinkan. (Tapi) itu kan terus berproses, ke mereka (PPK) supaya kontak penyedia jasanya, yang penting kita lakukan terus progresnya,” ucap dia.

Soal apakah dibenarkan pengembalian bisa dilakukan hingga akhir tahun ini, Syarifah tak menjawab secara spesifik. Namun dirinya hanya memastikan, bahwa yang saat ini sedang dilakukan pihaknya adalah melakukan penagihan ke penyedia jasa.

“Ya sekarang yang kita lakukan begitu, karena kan kita evaluasi terus progres dari BPK dan APH, jadi kita terus (lakukan) apapun harus ada progres pengembalian,” imbuhnya.

Baca Juga  Pasar Belawan Direvitalisasi

“Karena 60 hari buat mereka mungkin ada yang kesulitan keuangan, karena mereka mungkin mengerjakan proyek lain. (Dan) yang penting pertimbangan bukan dari kita, tetapi dari BPK. Kalau dari kita semua harus terus berprogres untuk pengembalian,” ujar Syarifah.

Diketahui, kasus temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Bogor tahun 2021 yang belum diselesaikan sampai saat ini terus berlanjut.

Selain proyek pembangunan gedung Perpustakaan Daerah Kota Bogor mengalami kelebihan pembayaran senilai Rp600 juta. Kelebihan pembayaran juga terjadi pada proyek pembangunan Alun-alun Kota Bogor yang mengalami kelebihan pembayaran senilai Rp416 juta.

Lalu, proyek pembangunan Sekolah Satu Atap SD dan SMP di Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanahsareal mengalami kelebihan pembayaran senilai Rp170 juta.

Baca Juga  Tangani Alzheimer dan Demensi, Bima Arya Minta Perangkat Daerah Tingkatkan Koordinasi

Kemudian, proyek pembangunan penataan Jalan Surya Kencana (Surken) dan Masjid Agung pada tahun 2021 juga diketahui mengalami kelebihan pembayaran hingga mencapai Rp750 juta. Diantaranya, Jalan Surken senilai Rp600 juta dan Masjid Agung senilai Rp150 juta. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published.