Wujudkan Karsa Bogor Membangun, Pemkab Bogor Targetkan 100 Jembatan Rawayan Tuntas Pada 2023

by -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus menggenjot pembangunan Jembatan Rawayan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Hal ini untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Bogor sejahtera, baik secara ekonomi, pendidikan, kesehatan dan spiritual.

BERDASARKAN target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bogor 2018-2023, target Pancakarsa salah satunya Karsa Bogor Membangun yakni menargetkan 100 Jembatan Rawayan tuntas terbangun di seluruh wilayah Kabupaten Bogor pada 2023.

Pemkab Bogor bekerja sama dengan jajaran TNI Korem 061/SK dan jajaran Kodim 0621 Kabupaten Bogor telah merealisasikan pembangunan Rawayan pada 2021 sebanyak 33 unit Jembatan Rawayan, dengan total panjang bentang 1.388 meter, kemudian pada 2022 akan melanjutkan pembangunan Rawayan dengan total panjang bentang sepanjang 1.105 meter yang tersebar 18 Kecamatan Caringin, Ciampea, Cibinong, Cibungbulang, Cigombong, Cigudeg, Ciomas, Citeureup, Jasinga, kemudian Leuwiliang, Pamijahan, Megamendung, Rumpin, Sukajaya, Sukaraja, Tanjungsari, Tenjo dan Tenjolaya.

Sedangkan untuk 2023 akan dituntaskan sebanyak 20 unit pembangunan Jembatan Rawayan baru dan 10 unit rehabilitasi Jembatan Rawayan yang sudah ada.

“Tahun ini akan dilakukan pembangunan sebanyak 30 unit Jembatan Rawayan di 18 kecamatan yang tersebar di 2 kelurahan dan 26 desa, dengan anggaran sebesar Rp20.455.200.000,00,” ungkap Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan, saat diwawancarai usai kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Rawayan di Kelurahan Pondokrajeg Kecamatan Cibinong, Rabu (10/8).

Baca Juga  Lewat World Economic Forum, Mendag Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan

Sekadar Diketahui, pembangunan Jembatan Rawayan tahun ini diawali dengan Surat Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor dan TNI AD dengan Nomor 119/32/PKS/KS-Banhuk/VI/2022 dan Nomor : 09/vi/2022 tanggal 20 Juni tentang Pembangunan Jembatan gantung/Rawayan di Kabupaten Bogor. Lalu ditindaklanjuti dengan Pokok Perjanjian/Kontrak Swakelola Nomor 027/380/SPK/PSU-DPKPP/VIII/2022 tanggal 3 Agustus 2022. Kerja sama dengan TNI AD telah ditandatangani pada 20 Juni 2022 antara Pangdam III Siliwangi dengan Plt Bupati Bogor. Selanjutnya ditindaklanjuti dengan kontrak perjanjian kerja antara pengguna anggaran dengan Kala Giat (Kepala Pelaksana Kegiatan) yang ditunjuk Pangdam III Siliwangi yaitu Danrem 061/SK. “Kerja sama antara Pemkab Bogor dengan TNI mengenai pembangunan jembatan ini sudah lama kita bangun melalui MoU,” jelas Iwan Setiawan.

Kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Rawayan hijau ini berlokasi di Pondok Rajeg, RT 01/02 Kelurahan Pondok Rajeg Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Hal ini sebagai upaya tindak lanjut dari perjanjian kerja sama antara Pemkab Bogor dengan TNI AD yang telah ditandatangani. Jembatan Rawayan merupakan jembatan yang menghubungkan antara dua wilayah kecamatan yakni, Kampung Pondok Rajeg Kelurahan Pondok Rajeg Kecamatan Cibinong dengan Kampung Panjang Desa Rawa Panjang Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor.

Baca Juga  Antam Kembali Raih Penghargaan Keberhasilan Penerapan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik 2022

Kabid Prasarana Sarana dan Utilitas DPKPP Kabupaten Bogor, Nunung Toibah, menerangkan, dari 30 Jembatan Rawayan yang akan dibangun 2022 ini ada satu jembatan terpanjang dengan bentang panjang sepanjang 113 meter yang berlokasi di Desa Mekarjaya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor. Serta tiga jembatan terpendek dengan bentang panjang masing-masing 20 meter yang terletak di Desa Kiarasari Kecamatan Sukajaya, Desa Tugu Jaya Kecamatan Cigombong dan Desa Pasir Muncang Kecamatan Caringin.

“InsyaAllah dengan durasi waktu 3 bulan pembangunan Jembatan Rawayan ini dapat diselesaikan sesuai yang tertuang dalam kontrak kerja. InsyaAllah November 2022 kita bisa lakukan peresmian di jembatan terpanjang yang lokasinya di Kecamatan Rumpin. Pada 2023 kita akan tuntaskan sisa 30 jembatan rawayan yang terdiri dari pembangunan 20 unit Jembatan Rawayan dan 10 unit rehabilitasi Jembatan Rawayan untuk sebaran dan bentangan belum terdeteksi karena belum melakukan survei. Kami hanya memetakan kebutuhan dan usulan dari Desa dan Kecamatan yang merupakan hasil Murenbang Kecamatan,” terang Nunung.

Baca Juga  Tuntut Ambulans Gratis

Menurutnya, dibangunnya Jembatan Rawayan tidak hanya memberikan kemudahan akses transportasi, tapi juga mampu menumbuhkan geliat perekonomian masyarakat Kabupaten Bogor serta terbukanya potensi wisata baru. Seperti yang terjadi di jembatan rawayan terpanjang yang berlokasi di Rancabungur hasil pembangunan 2021 lalu, menjadi tempat wisata baru yang ramai dikunjungi masyarakat tidak hanya masyarakat Kabupaten Bogor, juga masyarakat luar Kabupaten Bogor seperti Tangerang dan sekitarnya.

“Setiap hari karena berada di lokasi TPU tidak kurang 20 odong-odong datang membawa pengunjung, di situlah tumbuh geliat ekonomi masyarakat banyak manfaat dari pembangunan Jembatan Rawayan ini. Dengan pembangunan ini kami harap selain memberikan akses kepada masyarakat, tetapi dapat berimplikasi terhadap kesejahteraan masyarakat baik langsung maupun tidak langsung bagi kesejahteraan secara ekonomi, kesejahteraan secara pendidikan dan secara spiritual,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.