Ampun! Sri Mulyani Bawa Kabar Buruk soal Ekonomi

by -
VIRTUAL: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menggelar virtual di Fostering Agility to Combat Money Laundering and Economic Crime, Rabu (28/9).

METROPOLITAN – Men­teri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membawa kabar buruk soal kondisi ekonomi di 2023. Suku bunga yang tinggi di berbagai negara ber­potensi memengaruhi kiner­ja ekonomi global terkoreksi ke bawah.

Sri Mulyani mengatakan, kondisi ini dapat menciptakan stagflasi. Stagflasi adalah si­tuasi dimana pertumbuhan ekonomi melambat, disertai kenaikan harga (inflasi).

”Kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi berpotensi memengaruhi kinerja eko­nomi global 2023 yaitu po­tensi koreksi ke bawah. In­flasi yang meningkat dan pertumbuhan ekonomi yang melambat dapat menciptakan situasi stagflasi,” kata Sri Muly­ani dalam rapat paripurna di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (29/9).

Sri Mulyani menyebut ne­gara seperti Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) ba­hkan berpotensi mengalami resesi pada 2023. Padahal, negara maju tersebut meru­pakan penggerak perekono­mian dunia.

Baca Juga  Dominasi GoPay dan Ovo Bikin Sri Mulyani Mulai Khawatir

”Negara maju seperti AS dan Eropa yang juga merupakan penggerak perekonomian dunia berpotensi mengalami resesi pada 2023,” ucapnya.

Inflasi di negara-negara maju yang sebelumnya selalu single digit atau mendekati 0% dalam 40 tahun terakhir, sekarang melonjak mencapai double digit. Bahkan inflasi di Turki mencapai 80,2% dan di Argentina mencapai 78,5%.

Inflasi yang sangat tinggi ini telah mendorong respons kebijakan moneter yang dengan sangat agresif menaikkan suku bunga.

Bank Sentral AS (The Fed) baru saja menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin, artinya sejak kenaikan pertama pada Maret 2022 kenaikan sudah mencapai 300 basis poin.

”Kenaikan suku bunga di berbagai negara, terutama negara maju jelas akan me­ningkatkan cost of fund dan mengetatkan likuiditas yang harus kita waspadai secara sangat hati-hati,” tuturnya.

Baca Juga  Iuran BPJS Kesehatan Batal Naik, Duit Talangan Ditarik Lagi, Kekacauan Fiskal Pemerintah Diungkap

Sri Mulyani menyebut gam­baran soal gejolak ekonomi ini bukan untuk menakuti-nakuti, melainkan agar dapat diantisipasi bersama-sama.

”Kami menyampaikan gam­baran gejolak ekonomi global saat ini tidak untuk mem­buat kita khawatir dan gentar, namun untuk memberikan sense bahwa gejolak pereko­nomian tahun ini dan tahun depan yang akan kita hadapi bersama harus dapat dianti­sipasi, dikelola dengan hati-hati dan prudent,” tandasnya.(dtk/eka/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *