Bapas Bogor Latih Klien Pemasyarakatan Buat Ayam Geprek

by -

METROPOLITAN.id – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Bogor menggelar pelatihan pembuatan ayam geprek bagi klien pemasyarakatan di aula kantornya pada Kamis (29/9).

Pelatihan yang diikuti 30 klien pemasyarakatan dari berbagai Lapas/Rutan yang tersebar di wilayah Kota/Kabupaten Bogor dan Kota Depok itu dilakukan bekerjasama dengan Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas) dari NCC (Natural Cooking Club) Berbagi.

Adapun, pelatihan sendiri diketuai Kepala Subsi Bimbingan Klien Dewasa (BKD) Firmansyah, dengan tujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencapaian tujuan sistem Pemasyarakatan yakni membentuk klien agar menjadi manusia seutuhnya.

“Tujuan kegiatan ini diantaranya sebagai optimalisasi pemberdayaan/keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan Pemasyarakatan, memberikan keterampilan kepada klien sehingga diharapkan bisa menjadi manusia yang mandiri,” kata Firmasnyah.

“Dan melaksanakan tugas Balai Pemasyarakan dengan bekerjasama dengan NCC Berbagi dalam pembimbingan kemandirian Klien,” sambungnya.

Baca Juga  Ini Kronologi Kasus Korupsi Dana BOS Madrasah Rp1,1 M yang dilakukan Ketua dan Bendahara KKMI Kota Bogor

Sementara itu, Kepala Bapas Bogor Teolina Saragih dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Ketua dan anggota panitia, serta tim NCC Berbagi yang diketuai oleh Ibu Dewi Kania.

Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan tujuan dari Sistem Pemasyarakatan berdasarkan Undang-undang No 22 tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, yakni meningkatkan kualitas ketrampilan kemandirian kepada Klien Pemasyarakatan agar dapat hidup mandiri dan produktif, dapat diterima di masyarakat, menjadi warga yang baik dan bertanggung jawab, serta tidak megulangi pelanggaran hukum.

Tak hanya itu, dilanjutkan Kepala Bapas Bogor, hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memaksimalkan Program Reintegrasi Klien Pemasyarakatan oleh Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Bogor yakni berupa kegiatan Kemandirian di bidang pelatihan Ayam Geprek yang telah difasilitasi dan didanai oleh Pemerintah dari anggaran DIPA dan bekerja sama dengan NCC Berbagi.

Baca Juga  Hope Bogor Santuni Puluhan Anak Yatim di Rumpin

Ia juga berharap agar setelah kegiatan pelatihan ini Klien bisa menindaklanjuti dengan mempraktekkan sendiri di rumah dan dikembangkan sehingga betul-betul bermanfaat baik bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

“Kegiatan ini diselenggarakan juga dengan maksud supaya kawan-kawan mendapatkan ilmu baru dan bisa produktif serta berani berwirausaha,” katanya.

Adapun dijelaskan Kepala Bapas Bogor, peserta yang mengikuti pelatihan ini merupakan narapidana yang telah mendapatkan Surat Keputusan Pembebasan Bersyarat, Cuti Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Assimilasi di rumah.

Di tempat yang sama, salah satu kelompok peserta dan klien Bapas Kelas II Bogor, Selly mengaku terbantu dengan adanya Pelatihan Pembuatan Ayam Geprek tersebut.

“Sangat bermanfaat. Alhamdulillah sangat terbantu jadi mengetahui teknik memasak dan tekstur kulit ayam menjadi krispi. Insya Allah kami ingin mempraktikannya,” ungkap Selly dengan antusias sambil mencoba ayam Geprek yang sudah matang.

Baca Juga  HPS ke 41, FAO Apresiasi Capaian Pembagunan Pertanian di Masa Covid 19

Ditempat sama, Ketua Natural Cooking Club (NCC) Berbagi, Dewi Kania menuturkan bahwa NCC merupakan komunitas berkumpulnya orang-orang yang hobi di bidang kuliner dan berjualan. Salah satu bentuknya untuk berbagi ilmu.

“Saya berharap pelatihan pembuatan Ayam Geprek ini dapat bermanfaat dan dipergunakan sebaik-baiknya. Terutama tentang tips teknis pembuatan kulit krispi, dan kita akan membuat dua jenis sambal. Diantaranya sambal geprek dan matah,” terangnya dengan antusias.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan Plakat secara simbolis oleh Kepala Bapas Bogor Teolina Saragih dengan Ketua NCC Ibu Dewi. Dilanjutkan makan bersama dengan menikmati hasil olahan Ayam Geprek yang sudah dibuat bersama. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *