Dampak Kenaikan Harga BBM Mulai Terasa, Pengusaha Hotel dan Resto di Puncak Ketar-Ketir

by -

METROPOLITAN.id – Adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai membuat para pengusaha hotel dan restoran di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor ketar-ketir dan gelisah.

Kenaikan BBM disebut akan berdampak pada dua sektor usaha tersebut lantaran berpengaruh terhadap berbagai kebutuhan.

Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, Juju Junaedi, memang dampak langsung kenaikan BBM terhadap usaha pariwisata hotel dan restoran di Puncak Kabupaten Bogor belum terlalu terasa.

Namun kondisi geliat pariwisata yang baru beranjak setelah tertimpa Covid-19, pasti kembali pelik karena dihadapkan dengan kenaikan BBM.

“Jadi sektor pariwisata baru saja beranjak untuk pemulihan dampak masa Covid-19. Tapi sekarang ditambah pada persoalan dihadapkan dengan kenaikan harga BBM. Tentunya akan berimbas kepada komoditas lainnya,” katanya, Selasa (27/9).

Baca Juga  Puluhan Warga Cileungsi Jadi Korban Mafia Tanah Merugi Sampai Rp20 Miliar

Dari catatannya, saat ini hunian hotel dan restoran di Puncak hanya berkisar di angka 50-60 persen. Itu pun terjadi pada akhir pekan atau Sabtu dan Minggu.

Sementara itu, Sekjen PHRI Kabupaten Bogor Boboy menjelaskan, kenaikan BBM akan terdampak pada kebutuhan bahan-bahan pokok untuk keperluan operasional hotel serta restoran.

Sementara di sisi lain, kata dia, daya beli masyarakat masih terbatas.

Sedangkan pihaknya masih belum bisa menyesuaikan harga akibat kenaikan BBM lantaran khawatir bisa mengurangi orang yang akan berkunjung ke tempat wisata.

“Kalau untuk strategi, diserahkan kepada unit usahanya masing-masing. Tapi berdasarkan yang sudah-sudah waktu kita terdampak pandemi, biasanya hotel serta restoran melakukan efisiensi di semua sektor,” tandasnya.

Baca Juga  Vaksinasi Covid Diperkirakan Mulai Desember Minggu ke-3

“Sebab dengan kondisi sekarang ini, kita tidak mungkin untuk melakukan kenaikan harga sewa hotel ataupun resto. Mengingat daya beli masyarakat untuk berwisata juga masih terbatas,” tutup Boboy. (jal/b/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *