Disdik Jabar Permudah Lulusan SMK Ambil Ijazah

by -
SERAHKAN: Penyerahan ijazah siswa SMKN 5 Kota Bandung, kemarin. Program Gebyar Pengambilan Ijazah ini dilakukan Disdik Jabar untuk mempermudah lulusan SMK mengambil ijazahnya.

METROPOLITAN – Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) menggelar Gebyar Pengambilan Ijazah bagi lu­lusan SMA/SMK di Jawa Ba­rat. Gebyar ini digelar karena masih banyak lulusan SMK yang belum mengambil ijazah di sekolah.

Kegiatan ini dilakukan SMKN 5 Kota Bandung, kemarin. Pihak sekolah juga menyiap­kan inovasi pengambilan ijazah secara door to door melalui kurir.

Kepala SMKN 5, Dini Yuningsih, mengatakan, pi­haknya menyerahkan ijazah kepada alumni secara berta­hap. “Sekarang Alhamdulillah kami laksanakan gebyar kem­bali,” ujar Dini di sela Gebyar Pengambilan Ijazah di Audi­torium SMKN 5, Kota Bandung.

“Gebyar pengambilan ijazah tahun ini sudah sejak Juli kami siapkan kembali untuk pengambilannya pada 6 dan 19 September untuk semua kompetensi keahlian dan se­mua tahun,” tambahnya.

Menurutnya, alumni yang belum mengambil ijazah biasanya karena sibuk be­kerja. Adapun ijazah-ijazah yang belum diambil keba­nyakan lulusan 2022 dengan total sekitar 500 ijazah.

Baca Juga  PPDB SMA Dilakukan Sebelum Lebaran

“Jadi biasanya, kalau alum­ni SMKN ini setelah lulus langsung bekerja di tempat PKL-nya dulu. Hanya berbe­kal sertifikat kompetensi. Padahal ijazah ini penting. Kalau mau melanjutkan se­kolah ke perguruan tinggi kan butuh ijazah,” tuturnya.

Dini menambahkan, sejauh ini jumlah ijazah yang sudah diambil alumni mencapai 80 persen dari total sekitar 500 ijazah. Inovasi door to door melalui kurir tengah dipersi­apkan jika jumlah ijazah yang tersisa sudah puluhan.

Sebelum gebyar dilaksana­kan, pihaknya mengaku telah melakukan pemberitahuan melalui surat kepada pemilik ijazah untuk segera mengam­bilnya di sekolah. “Alhamdu­lillah progresnya bagus. Insya Allah, banyak hal yang me­ringankan dalam penyimpa­nan pendokumenan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan SMK (PSMK) Dinas Pendidikan Jabar, Edi Purwanto, mengakui feno­mena dunia kerja saat ini memang lebih melihat serti­fikat kompetensi anak SMK yang digunakan untuk kerja di industri. Namun ijazah sangat diperlukan, terutama untuk alumni yang hendak melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.

Baca Juga  Soal UN SD di Kota Hujan Siap Disebar

”Jadi, mereka ini (para alum­ni, red) rata-rata langsung bekerja. Terus keasyikan be­kerja, akibatnya ijazah masih berada di sekolah. Seolah-olah ditahan sama pihak sekolah, padahal tidak sama sekali,” ujarnya.

Edi menjelaskan, gerakan pengambilan ijazah akan ma­sif dilakukan di SMKN di Jabar lainnya. Terlebih untuk mengambil ijazah sendiri, tidak ada beban yang harus ditanggung lantaran pemerin­tah sudah menanggung biaya pendidikan.

Setelah ada aturan tidak boleh ada pungutan biaya sejak 2019, para lulusan SMK/SMA sederajat bisa mengam­bil ijazah tanpa biaya. “Saya sudah sampaikan kepada semua sekolah agar melaku­kan gerakan mengantar ke rumah siswa yang belum mengambil ijazahnya,” kata­nya.

Di tempat yang sama, orang tua siswa, Ratih Sentani (41), membenarkan soal kendala pengambilan ijazah hanya kesibukan anaknya yang be­kerja di luar kota. “Iya memang, anak saya setelah beres seko­lah langsung bekerja diluar kota, jadi baru diambil seka­rang, padahal sudah dari ta­hun lalu lulusnya,” ucapnya.

Baca Juga  Siswa SMPN 4 Harumkan Kota Bogor di Tingkat Nasional

Sementara itu, salah seorang alumni lulusan 2022, Luiz Christopher (18), mengaku pascalulus langsung direkrut di tempat magangnya dulu. “Ya ini lagi libur dan menda­patkan surat panggilan dari sekolah untuk mengambil ijazah karena kebetulan saya akan mengajukan beasiswa kuliah,” ujar alumni teknik komputer dan informatika itu. (rbd/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *