DPW PPP Sepakat Copot Jabatan Ketum Suharso Monoarfa

by -
MUHAMMAD MARDIONO plt ketua umum PPP

METROPOLITAN – Wakil Ketua Umum (Waketum) Par­tai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani, merespons penunjukan Muhamad Mar­diono sebagai pelaksana tugas (plt) ketua umum PPP.

Menurut Arsul, sikap terse­but diambil berdasarkan ha­sil Musyawarah Kerja Nasio­nal (Mukernas) PPP dengan tema ‘Konsolidasi dan Sukses Pemilu 2024’ di Serang, Ban­ten, Minggu (4/9). Mukernas tersebut dihadiri majelis dan mahkamah partai, pengurus harian DPP PPP serta ketua dan sekretaris dari 27 DPW PPP se-Indonesia.

Ia menyebutkan, Mukernas merupakan forum permu­syawaratan tertinggi di bawah Muktamar. “Tadi malam itu memang PPP mengadakan Mukernas. Ini adalah forum permusyawaratan tertinggi di bawah Muktamar. Jadi ter­tinggi kedua, dalam forum Mukernas itu memang ada keputusan untuk mengangkat Pak Haji Muhammad Mar­diono sebagai Plt ketum PPP,” kata Arsul di kompleks Par­lemen, Senayan, Jakarta, Se­nin (4/9).

Baca Juga  Bacaleg dari PNS dan Kades Terancam Gugur

Ia memastikan, keputusan tersebut berdasarkan kese­pakatan DPW PPP se-Indo­nesia. Namun, dia menampik Suharso dipecat dari partai berlambang Ka’bah tersebut. “Ini apakah kemudian artinya pak Suharso Monoarfa dip­ecat atau diberhentikan? Ja­wabannya tidak,” tegas Arsul.

Arsul menyebut Mukernas ini bukan merupakan tindak lanjut dari adanya ketegang­an internal PPP dan yang terjadi antara Majelis dan Mahkamah Partai dengan Suharso Monoarfa.

“Jadi di PPP itu memang sudah lama ada diskusi, ada concern, ada riak-riak yang menginginkan agar konsoli­dasi PPP sebagai partai bisa lebih dimasifkan, diintensif­kan, ditingkatkan yang kalau menjadi pimpinan PPP tidak merangkap di jajaran pemerin­tahan. Diskusi itu sudah lama dan Pak Suharso juga sudah mengetahui,” ungkap Arsul.

Baca Juga  PPP Kubu Humphrey Djemat Dukung Prabowo

“Kita sama-sama tahu ada sedikit ketegangan antara Pak Suharso dengan majelis-majelis. Tapi saya kira yang diputuskan tadi malam di Mukernas itu bukan, bukan bagi saya itu titik puncak dari katakanlah riak-riak dari Majelis dengan Pak Su­harso,” sambung Arsul. (jp/ feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.