Fisipkom Unida Gelar Pembelajaran Daring Kolaboratif Merdeka Belajar

by -

METROPOLITAN.id – Prodi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan Ilmu Komputer (Fisipkom) Universitas Djuanda (Unida) membuka Hibah Pembelajaran Daring Kolaboratif (PDK) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) secara daring pada Sabtu (24/09).

Prodi Fisipkom Unida menggandeng Perguruan Tinggi mitra. Dalam hal ini, prodi Administrasi Publik Fisipkom Unida mewujudkan Impelemtation Agreement (IA) berdasarkan MOU dan MOA yang sudah terjalin.

Acara dihadiri oleh rektor, para wakil rektor, biro pendidikan dan pengajaran Unida, dekan, wakil dekan, ketua program studi, sekretaris P
program studi, dosen pengampu Fisipkom Unida, Rektor, para Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Ketua Program Studi (Kaprodi), Sekretaris Program Studi (Sekprodi), dosen pengampu FIA IISIP Yapis Biak.

Biro Pendidikan dan Pengajaran Unida, La Ode Amril mengatakan, Pembelajaran Daring Kolaboratif (PDK) ini memungkinkan adanya inovasi pembelajaran.

Baca Juga  Kader Diduga Berikan Uang ke Calon Pemilih, Begini Kata PDIP

Inovasi pembelajaran ke depannya diharapkan setiap prodi dapat melakukan transformasi. Awalnya masih bersifat konvensional.

Namun berkembangnya teknologi informasi kita melihat beberapa tahun ke belakang revolusi industri 4.0 menginginkan inovasi pembelajaran.

“Secara teknis, pembelajaran kolaboratif dilakukan adanya kerja sama antara kedua prodi. Apresiasi yang tinggi Unida dapat memenangkan hibah PDK ini dengan IISIP Yapis Biak. Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman atau transformasi baru. Pengalaman pembelajaran di prodi Perguruan Tinggi lain. Pembelajaran dilakukan melalui Learning Management System (LMS) dosen dan mahasiswa, baik Fisipkom Unida maupun FIA IISIP Yapis Biak. Maka akan dilakukan rangkaian pelatihan menggunakan LMS. Secara teknis, akan disepakati pembelajaran antara Fisipkom Unida dengan FIA IISIP Yapis Biak,” tambahnya.

Baca Juga  Sepakat Tak Undang Mantan

Pembukaan PDK MBKM digelar juga sosialisasi dan pelatihan LMS Unida Cool. Dalam materinya, Dosen Unida sekaligus praktisi IT, Muhammad Encep menuturkan, institusi pendidikan harus mengejar education 4.0 to 5.0.

Hal ini akan merealisasikan kurikulum baru, pendekatan pembejaran masa depan, dan sumber daya yang terampil.

Sementara itu, Rektor Unida Suhaidi mengatakan, ada beberapa manfaat PDK ini di antaranya pertama kita dapat bersilaturahmi. Meskipun kali ini bersilaturahmi secara daring, kita bisa mengenal sesame saudara kita satu nusa satu bangsa. Indonesia begitu luasnya. Tidak hanya Jawa, tetapi juga Kalimantan, Sulawesi, sampai Papua.

“Kedua, kita bisa melihat bahwa Indonesia bukan hanya ada di pulau jawa. Tetapi ada di Kalimantan, Timor, Sulawesi, maupun Papua. Ketiga, bagi mahasiswa, untuk memperoleh pengalaman belajar juga merasakan atmosfer akademik diluar program studi merupakan kebebasan terpadu yaitu daring melalui MBKM,” katanya.

Baca Juga  Ini Alasan Kemendagri Belum Terbitkan Izin SKT Ormas FPI

Keempat, Bagi prodi, memperoleh pengalaman pengembangan program pembelajaran kolaboratif dan partisipatif dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran daring dan pengakuan kredit transfer mahasiswa.

“Kelima, bagi perguruan tinggi sebagai mitra, dapat meningkatkan jejaring dan kolaborasi implemetasi PDK dan menjadi motivator pemandu kebijakan MBKM,” tutupnya. (*/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *