Guru SMP di Kota Bogor Lecehkan Mantan Murid, Mau Ngurus Administrasi Malah Nyaris Digagahi

by -
ilustrasi

Sungguh malang nasib S (15). Siswi SMK asal Kota Bogor itu diduga mengalami pelecehan seksual yang dilakukan mantan gurunya, Guru SMP H (70).

PERISTIWA ini terjadi saat korban hendak mengurus administrasi ke sekolah la­manya, di SMP Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, pada Sabtu (27/8).

Mulanya korban diketahui tengah mengurus adminis­trasi berupa cap tiga jari di ruangan guru di lantai dua bangunan SMP itu. Lalu, pro­ses administrasi pun selesai dan korban hendak mening­galkan ruangan tersebut. Namun saat korban hendak keluar ruangan, tiba-tiba guru ini menghampirinya lalu menggandengnya tepat di sampingnya.

Seraya menggandeng korban menyusuri bangunan di lan­tai dua, guru tersebut berbi­cara perkataan tak senonoh yang diklaimnya sebagai edu­kasi seksual. Tak sampai di situ, guru ini juga tiba-tiba memegang payudara korban beberapa kali.

Baca Juga  Melly Goeslaw Ajak Siswa Al Azhar Cibinong Peduli Palestina

Merasa tak nyaman, korban berusaha menghindar dari guru tersebut. Namun, H ma­lah tersinggung dan berbalik marah kepada S, dengan da­lih tindakan tarsebut bukan bermaksud untuk melecehkan. Setelah itu, korban pun pulang ke kediamannya.

Sesampainya di rumah, kelu­arga merasa curiga dengan tingkah laku korban yang lebih banyak mengurung diri di kamar. Setelah ditanya, awalnya korban tidak mau berbicara. Namun setelah dibujuk, S akhirnya mau ber­cerita.

”Jadi sudah hari kelima dari kejadian itu anak saya baru cerita. Awalnya saya khawatir ada masalah di se­kolahnya, tapi ternyata anak saya dilecehkan oknum gu­runya di SMP,” beber ibu kor­ban berinisial Y kepada war­tawan, Rabu (21/9)

Setelah kejadian itu, sambung Y, anaknya selalu menangis ketika mengingat peristiwa tersebut. Keluarga akhirnya mencari pertolongan hukum untuk melaporkan kejadian ini ke aparat kepolisian. ”Ki­ta sudah minta pendamping­an kuasa hukum. Dalam waktu dekat kita akan mela­porkan kejadian ini,” ujarnya.

Baca Juga  Kajari: Jangan Berikan Data Penggunaan Dana BOS

Sementara itu, kuasa hukum korban dari kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners Law Office, Syaughi, mengaku sudah menerima laporan du­gaan pelecehan seksual ini. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengantar korban mel­aporkan kejadian ini ke aparat kepolisian. ”Kita akan buat laporan dalam waktu dekat,” katanya singkat. (rez/eka/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *