Lezatnya Doclang, Makanan Legendaris Warga Bogor

by -
Gerobak Doclang yang berada di depan pasar de Fries, Kota Bogor, Jawa Barat, Jum'at (30/9).

METROPOLITAN – Bogor memiliki begitu banyak kuliner yang menarik dan kekinian. Namun, ditengah banyaknya kuliner yang mengadopsi gaya dan rasa Eropa, Bogor memiliki salah satu kuliner legendaris yang rasanya masih di pertahankan hingga kini.

Doclang merupakan salah satu kuliner legendaris Bogor yang berlokasi di jalan Gunung Batu, RT. 01/01, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat. Kuliner ini masih mempertahankan rasa otentik hingga kini.

Salah satu ciri khas dari kuliner ini adalah ketupat yang dibungkus oleh daun Patat (mirip daun pisang) memiliki nama latin phrynium capitatum, daun ini memiliki keunggulan yakni elastis, lebar, dan memiliki aroma khas.

Kuliner ini sudah hadir dari tahun 2002 dan saat ini sudah membuka cabang, Doclang buka setiap hari 24 jam, jadi tidak perlu takut untuk tidak bisa mencicipi kuliner unik satu ini.

“Sudah berjualan dari tahun 2002, bisa di bilang ini usaha keluarga, Iya buka setiap hari bergantian 24 jam, kalau malam anak muda dan kalau siang saya sama bapak, jam 6 pagi didepan toko terang kalau jam 8 pindah ke depan Pasar de Fries Jembatan Merah” kata Ibu Ai, penjual Doclang kepada metropolitan.id, Jum’at (30/9).

Baca Juga  Minyak Zaitun, Penambah Cita Rasa Masakan

Isian Dnclang sendiri hampir mirip dengan ketoprak dan kupat tahu yakni lontong, kupat, tahu, kentang, sambal kacang, ada tambahan telur rebus, dan ditambah dengan kerupuk yang ditaburi oleh bawang goreng.

“untuk usianya ada lontong, kupat, tahu, yang buat khasnya lontong nya dibungkus daun Patat karena kuat elastis” jelasnya, Jum’at (30/9)

Penjual menjelaskan kalau setiap harinya bisa menghabiskan 200 porsi, sementara untuk harganya relatif murah dibandrol mulai dari 11.000 untuk yang tidak memakai telur, 12.000 telur setengah, dan 14.000 memakai 1 telur utuh. Harga tersebut termasuk harga yang ramah di kantung.

Menu dan Harga Doclang, Kota Bogor, Jawa Barat, Jum’at (30/9).

“Enak, guruh, manis, dan bumbunya kental itu yang buat beda, kalau untuk harga sendiri relatif murah, bisa dibilang ramah ditantong, saya juga udah sering makan disini” kata Kang Dani, Pembeli Doclang kepada metropolitan.id, Jum’at (30/9).

Baca Juga  Festival Tauge Goreng 2019

Penjual juga mengaku kalau kulinernya sudah bisa diorder melalui via online, namun tidak sedikit juga yang memilih untuk datang langsung ke lokasi berjualan.

Jurnalis: Muhammad Abyan Fathin/UIKA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *