MAN 2 Bogor Masuk Sekolah Terbaik versi LTMPT

by -
HEBAT: MAN 2 Bogor masuk daftar sekolah terbaik versi LTMPT tiga tahun berturut-turut.

METROPOLITAN – Madra­sah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bogor tiga tahun berturut-turut masuk daftar sekolah terbaik berdasarkan nilai UTBK 2022 versi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

Wakil Kepala Bidang Kuri­kulum MAN 2 Bogor, Baiti Suharti, menjelaskan, tiga tahun terakhir MAN 2 Kota Bogor selalu masuk TOP 1.000 Sekolah Terbaik berdasarkan nilai UTBK yang dirilis LMTPT. ”Bersyukur, tahun ini kami ranking 537 nasional. Kalau di tingkat Kota Bogor menem­pati ranking 12,” kata Baiti.

Madrasah yang berada di sisi jalan utama Kota Hujan itu sebelumnya merupakan lembaga pendidikan bernama Pendidikan Guru Agama (PGA). PGA ini menjadi cikal-bakal madrasah yang masih memi­liki bangunan tua sebagai tetirah PGA yang mencetak guru agama.

Sejak 1990, PGA tersebut bertransformasi menjadi Mad­rasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Bogor. Dalam kurun per­jalanannya, selain melahirkan ribuan alumni yang berdias­pora di sejumlah bidang pro­fesi, MAN 2 Bogor juga meno­rehkan sejumlah prestasi. Pada akhirnya menjadi salah satu keunggulan madrasah, sehingga sekolah ini banyak diminati masyarakat.

Baca Juga  Siswa SD Lawanggintung Belajar Agama lewat Maulid Nabi

Selama tiga tahun, MAN 2 Bogor menorehkan beberapa prestasi. Di antaranya seperti Madrasah Young Researchers (MYRES) yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.

”Pada ajang Lomba Robotik, siswa MAN 2 Kota Bogor me­raih juara 2 yang diseleng­garakan salah satu universitas di Sukabumi,” jelas Baiti. Saat ini, lanjut dia, ada salah satu siswa masuk tahap final pada ajang Astra Honda Motor Best Student 2022.

Setiap tahunnya, Astra men­cari inovasi yang dikembang­kan anak-anak muda tingkat siswa menengah atas. ”Alham­dulillah, satu siswa kita masuk tingkat nasional dengan ka­ryanya menjadikan bonggol kelapa sawit menjadi bahan semi konduktor. Astra tertarik temuan siswa ini dan mereka berkunjung ke MAN 2 untuk melakukan verifikasi karya Nafis Zayyan Humam, siswa kelas XI MIPA. Pengumuman hasil ajang ini akan disampai­kan pada 24 September 2022,” terangnya.

MAN 2 BOGOR TINGKAT­KAN KUALITAS INI

Peningkatan kualitas mad­rasah, kata Baiti, dilakukan secara konseptual. Salah sa­tunya melalui keberadaan Tim Pengembang dan Penelitian Mutu Madrasah (P2MM) yang dibentuk madrasah. Tugas tim ini meneliti dan mengembang­kan potensi madrasah.

Baca Juga  Kartini, Inspirasiku Jadi Guru

”Bidang penelitian pada tim ini, mereka meneliti kebutuhan siswa itu apa, melakukan riset kepada siswa terkait program pembelajaran, juga meneliti minat atau pilihan perguruan tinggi siswa. Sehingga dari hasil penelitian itu dibuat pro­gram yang sesuai kebutuhan siswa,” ujar Baiti.

Untuk mendorong kualitas pembelajaran dan prestasi siswa, MAN 2 Bogor menyel­enggarakan bimbingan belajar (bimbel) secara mandiri dan bekerja sama dengan lem­baga bimbel untuk try out.

”Untuk siswa berprestasi, kita memiliki program Bim­bingan Prestasi Akademik (BPA) sesuai bidang yang dipilih siswa. Selain itu, ada pogram klinik bagi peningkatan pem­belajaran siswa, remedial teaching dan lainnya,” tuturnya.

Karena torehan prestasinya, pada 2021 Ditjen Pendidikan Islam menetapkan MAN 2 Bogor sebagai madrasah aka­demik, riset dan teknologi. Ada 30 madrasah lain di Indonesia yang ditetapkan sebagai mad­rasah akademik, riset dan teknologi ini. Di Jawa Barat ada dua, MAN 2 Kota Bogor dan MAN Bandung Barat.

Baca Juga  Lulusan LPTK Banyak yang Nganggur

”Pembelajaran riset sudah masuk sebagai kurikulum, setiap anak wajib belajar riset, kami ingin kelak ada peneliti-peneliti muda lahir dari mad­rasah ini. Mereka belajar riset sejak kelas 10,” harapnya.

Dengan program tersebut, kata Baiti, banyak siswa yang berminat melakukan peneli­tian dan mengikuti lomba dan kompetisi. ”Selain riset, Tahfiz Quran yang semula hanya kegiatan eskul, sekarang ma­suk kurikulum. Ada siswa yang diterima di PTN karena mam­pu menghafal Quran 30 juz,” ungkapnya.

Baiti menyebut, siswa MAN 2 Bogor banyak yang diterima Perguruan Tinggi Negeri (PTN), seperti UI, ITB, IPB, UIN dan PTN lainnya. Baik melalui ja­lur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Ne­geri (SBMPTN) dan jalur man­diri.

”Setiap tahunnya, rata-rata 60–75 persen siswa MAN 2 Kota Bogor masuk PTN,” tukas Baiti. (*/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.