Mayoritas Driver Ojol Protes Biaya Aplikasi masih di Atas 15%

by -

METROPOLITAN – Driver ojek online (ojol) protes po­tongan biaya aplikasi ojol ternyata masih di atas 15%. Sebelumnya, dalam aturan baru tarif ojol yang tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 667 Ta­hun 2022 potongan aplikasi diatur maksimal hanya 15%. Namun, menurut para driver, justru potongan aplikasi ma­sih berada di atas 15%.

Ketua Serikat Pekerja Ang­kutan Indonesia (SPAI) Lily Pujiati mengaku mendapatkan banyak sekali laporan dari driver ojol baik di Jakarta maupun daerah lainnya soal potongan aplikasi melebihi 15%. ”Masih banyak yang di atas 20% saat ini, bahkan 30%,” ungkap Lily.

Ia memberikan contoh, da­lam sebuah pesanan perjala­nan ojol, jumlah yang harus dibayar penumpang adalah Rp15.000. Namun, yang dite­rima driver jauh lebih sedikit dari itu. Driver hanya menda­patkan Rp10.400, sisanya menurut Lily adalah potong­an aplikasi.

Berdasarkan perhitungan­nya, potongan aplikasi diam­bil sebesar Rp4.600. Artinya, potongan itu sudah mencapai sebesar 30% lebih dari apa yang dibayarkan penumpang.

Baca Juga  Giant Maspion Tutup Agustus

”Sekarang sudah saatnya Kemenhub melakukan peng­awasan dengan melibatkan pengemudi angkutan online terhadap perusahaan yang melanggar aturan seperti melakukan potongan mele­bihi 15% dari pendapatan driver,” ujar Lily.

Temuan lain soal potongan aplikasi di atas 15% juga di­ungkapkan oleh Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO) Taha ’Ariel’ Syafaril. Dari la­poran yang dia terima biaya potong itu ada yang berupa biaya layanan ada juga biaya jasa aplikasi.

Intinya, aplikator masih ba­nyak memotong pendapatan dari para driver. Setidaknya hal ini masih terjadi di dua aplikatornya besar, Gojek dan Grab Indonesia. ”Dari DPP banyak laporan di atas 15%, masih ada yang sampai 30%,” ungkap Ariel

Baca Juga  Siapkan Program Sinergis Dengan Ojol

Ia mencontohkan salah satu kasus yang terjadi di Lam­pung, dijabarkan Ariel, seorang driver ojol mengangkut pe­numpang dengan ongkos yang dibayarkan sebesar Rp28.500. Driver terkena potongan hingga Rp9.700, uang yang masuk ke driver hanyalah Rp18.800. Potongan sebesar itu, menurutnya, sudah men­capai 30% lebih. Kasus ini terjadi pada driver ojol dengan aplikasi Gojek.

Laporan lain dari driver ojol aplikasi Grab pun sama, po­tongan masih dilakukan di atas 15% sesuai aturan yang berlaku. Salah satu kasus di Gorontalo misalnya, Ariel menjabarkan ada driver ojol yang narik penumpang dengan ongkos total dibayarkan Rp14.000. Namun, pendapa­tan bersih driver tersebut harus dipotong hingga 20% atau sekitar Rp2.800, sehing­ga driver cuma mengantongi Rp11.200 saja.

Baca Juga  Ojol Ditipu saat Makan, Lapor Polisi malah Adu Mulut

Di sisi lain, Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono pun menyatakan masih menda­patkan laporan dari banyak driver ojol anggotanya yang mendapatkan potongan ap­likasi di atas 15%. Hampir semua laporan yang dia da­patkan biaya potongan masih berada di 30%. (dtk/eka/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *