Medina Zein Pingsan Usai Sidang Pembacaan Pledoi

by -

METROPOLITAN – Pihak terdakwa Medina Zein membacakan pledoi di hadapan majelis hakim untuk pembe­laan atas kasus dugaan pengancaman dan pencemaran nama baik.

Usai menjalani sidang, Medina Zein yang didampingi suaminya, Lukman Azhari, dan petugas ke mobil tahanan untuk kembali dibawa ke Rumah Taha­nan Pondok Bambu.

Saat berjalan menuju mobil tahanan, Medina Zein menyempatkan diri men­jawab pertanyaan-pertanyaan dari awak media. Ia berharap pledoi miliknya di­terima majelis hakim.

”Mudah-mudahan hakim menerima semua pledoi aku dan tim,” kata Medi­na Zein usai menjalani sidang di Peng­adilan Negeri Jakarta Selatan, kemarin.

Kemudian saat akan menaiki mobil tahanan, Medina Zein terlihat lemas dan tiba-tiba terjatuh hingga tak sadar­kan diri. Butuh empat laki-laki yang di antaranya petugas dan Lukman Azhari untuk mengangkat tubuh ibu dua anak itu masuk ke mobil tahanan.

Baca Juga  Inul Daratista Pamer Foto Maternity 13 Tahun Lalu

Tubuh Medina Zein kemudian diba­ringkan karena terlihat lemas dan tidak bertenaga. Sebelum dibawa kembali ke Rumah Tahanan Pondok Bambu, Luk­man Azhari berencana membawanya ke rumah sakit terlebih dahulu. ”Mau ke rumah sakit dulu ya,” ujar Lukman Azhari.

Sebelum pingsan, Medina Zein sem­pat menjawab pertanyaan wartawan. Termasuk menjelaskan dirinya menangis saat membacakan pledoi di depan ma­jelis hakim. Medina mengaku rindu pada dua anaknya. ”Aku kangen bang­et sama anak aku, apalagi yang kecil. Yang kecil itu nyariin aku tiap malam,” kata Medina. ”Aku sedih banget kalau sudah bahas anak. Mudah-mudahan hakim bisa terima pleidoinya,” lanjutnya.

Medina Zein menyebut anaknya yang paling kecil selalu menangis setiap ma­lam. Hal tersebut karena dulu ia selalu berada di sampingnya setiap saat. ”Da­ri bangun tidur sampai mau tidur, dia selalu di samping saya, jadi gimana saya nggak sedih, ya,” tutur Medina Zein.

Baca Juga  Positif Narkoba, Resmi Ditahan

Waktu bertemu anak yang sangat ter­batas juga menjadi alasan kerinduan Medina Zein pada mereka semakin besar. ”Sekarang di rutan terbatas, beda kalau di Polda, setiap hari ada kunjung­an. Kalau di rutan, seminggu cuma dua kali dan itu waktunya cuma setengah jam itu. Jadi sebentar sekali ketemunya,” terang Medina Zein.

Sementara itu, sidang akan dilanjutkan pada 26 September 2022 dengan agen­da jawaban atas pleidoi dari jaksa penuntut umum. Sekadar informasi, untuk kasus dugaan pengancaman terhadap Uci Flowdea, Medina Zein didakwa Pasal 27 ayat 4 juncto Pasal 45 ayat 4 Undang- Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 Pe­rubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 335 KUHP.

Baca Juga  Lepas Hijab, Medina Zein Minta Maaf

Sementara itu, untuk kasus dugaan pencemaran nama baik, Medina Zein dilaporkan dengan Pasal 310 dan 311 KUHP dan/atau Pasal 27 ayat 3 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE. (dtk/ els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.