Pelajar Bogor Laporkan Mantan Gurunya ke Polisi, Diduga jadi Korban Pelecehan Seksual

by -

METROPOLITAN.id – Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang oknum guru SMP berinisial H (70), terhadap mantan muridnya berinisial S (15) memasuki babak baru.

Pelajar yang saat ini duduk di bangku kelas 1 SMK yang ada di Kota Bogor itu secara resmi melaporkan mantan gurunya ke Polresta Bogor Kota pada Kamis (22/9).

Laporan sendiri dibuat langsung oleh korban didampingi keluarga beserta kuasa hukumnya, dengan nomor laporan STBL/B/1072/IX/2022/SPKT/Polresta Bogor Kota/Polda Jawa Barat tertanggal 22 September.

“Maksud tujuan kita ke Polresta Bogor kota itu untuk melakukan aduan atau laporan kepolisian atas adanya dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur,” kata kuasa hukum korban S (15), R Anggi Triana Ismail kepada wartawan usai membuat laporan Kamis (22/9).

Baca Juga  Wabup Ajak Masyarakat Dukung Persikabo

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah di terima dengan baik oleh kepolisian resort Kota Bogor khususnya unit PPA,” sambungnya.

Menurut pria yang juga Direktur Eksekutif Sembilan Bintang and Partner, saat ini pihaknya tengah menunggu proses penyelidikan lebih lanjut yang dilakukan aparat kepolisian. Diharapkan, melalui laporan ini pelaku bisa diproses secepatnya.

Diketahui, kasus dugaan tindak pelecehan seksual sendiri dilaporkan terjadi pada Jumat (26/8) lalu. Di mana, saat itu korban diketahui pergi ke sekolah lamanya setingkat SMP yang ada di bilangan Kecamatan Bogor Barat, untuk melakukan penyelesaian pengambilan ijazah dengan stempel tiga jari.

Kemudian, ketika korban sudah sampai ke sekolah dan selesai melakukan proses stempel tiga jari, tiba-tiba dirinya ditarik mantan gurunya tersebut.

Baca Juga  Tol Jagorawi Ditutup Pukul 12:30 dan 15:20

Lalu, di dalam penarikan tangan tersebut terjadi tindak pelecehan seksual, di mana mantan gurunya ini memegang bagian anggota tubuh korban.

Tak hanya sampai situ, ketika korban memberontak dengan cara melepas genggaman oknum guru ini, H malah bersikeras memegang anggota tubuh S sambil merangkulnya.

Dari situ, korban akhirnya pulang dan mengadukan hal ini kepada orangtuanya. Merasa tak terima, ibu korban akhirnya memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke aparat kepolisian.

“Memang disini ada jangka waktu, dikarenakan memang anak ini sudah kena psikologinya. Sehingga dia perlu kekuatan menyampaikan keterangan ini di hadapan orang tuanya,” ucap Anggi.

“Dari situ lah, ada jangka waktu ini korban memberanikan diri untuk berbicara. Pasalnya, anak ini masih di bawah umur, psikologinya belum kuat. Pada akhirnya dia kasih sper waktu untuk menguatkan dirinya menyampaikan hal ini,” ujarnya.

Baca Juga  Saat Divaksin Booster, Bima Arya Dibuat Kaget Vaksinasi Massal di Bogor Sepi Peminat

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Dhoni Erwanto mengaku telah menerima laporan tersebut. Saat ini, kasusnya masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

“Betul sudah ada laporan masuk. Kami belum bisa banyak menjelaskan secara detail karena laporanya baru masuk,” singkatnya. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *