Penumpang Keberatan Harga Tiket Bus di Terminal Baranangsiang Bogor Naik Rp100 Ribu

by -

METROPOLITAN.id – Sejumlah penumpang bus di Terminal Baranangsiang, Kota Bogor mengaku keberatan atas kenaikan harga tiket bus yang mencapai hingga Rp100 ribu persekali jalan.

Kenaikan harga tiket bus antar kota dan provinsi itu sendiri terjadi imbas Pemerintah Pusat menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada Sabtu (3/9) kemarin.

Seperti diungkapkan penumpang bus jurusan Bogor-Padang, Bang Bet. Menurutnya, sebelum adanya kenaikan harga BBM bersubsidi ini, tiket bus menuju Padang hanya berkisar Rp575.000.

Akan tetapi, saat ini harga tiket yang harus dikeluarkan dirinya ketika menaiki bus jurusan Padang mencapai Rp675.000.

“Memberatkan, berpengaruh banget. Kalau bisa mah dari segi ongkos naiknya standar, jangan terlalu tinggi,” kata Bang Bet saat ditemui di Terminal Baranangsiang, Senin (5/9).

Baca Juga  HJB, Bokong Bima Arya Diremas Ibu-ibu

Hal senada diungkapkan penumpang lainnya, Mastur. Menurutnya, kenaikan harga tiket mencapai Rp100 ribu ini tentu sangat memberatkan.

Meski begitu, pihaknya tidak ada pilihan lain, karena jika harus beralih ke transportasi udara tentu harganya akan lebih mahal.

“Kalau namanya naik pasti berat ya, tapi mau gimana, harga BBM naiknya luar biasa sekarang, jadi terpaksa ikut, dari pada naik pesawat harganya lebih luar biasa lagi,” kata Mastur.

“Untuk sementara tidak ada pilihan. Paling, kita berharap dari sisi pelayanananya aja agar lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pengurus awak bus, Budi menuturkan, sebenarnya hingga sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan surat perintah atau keputusan dari pemerintah terkait besaran kenaikan harga tiket pasca harga BBM naik.

Baca Juga  Keren, TV Lengkung Ini Mirip Bioskop

Akan tetapi, karena harga BBM sudah ditetapkan pemerintah naik, maka sebagian pengusaha bus memutuskan untuk menaikan harga tiketnya.

“Sebagian sudah ada yang menaikan tarif, karena ketidakmampuan untuk mengoperasikan unitnya dengan adanya kenaikan BBM ini. Jadi sangat berdampak lah bagi kita-kita,” kata Budi.

Meski begitu, diakui Budi, masih ada beberapa pengusaha bus yang belum menaikan harga tiket persekali jalannya. Hal itu dilakukan untuk mempertahankan transportasi angkutan darat yang dimilikinya tidak ditinggal konsumen.

Disisi lain, Budi juga berharap agar pemerintah dapat berpikir ulang untuk menaikan harga BBM ini. Sebab, kondisi saat ini, para pengusaha bus pun belum stabil imbas pandemi Covid-19 yang melanda beberapa tahun belakangan ini.

Baca Juga  Para Caleg Petahana yang Pindah Partai

“Harapan rekan-rekan pengemudi angkutan darat ya belum saatnya lah pemerintah untuk menaikan BBM, dan sangat beban,” ucap Budi.

“Apalagi kita setelah adanya Covid ini sangat berdampak sekian tahun kita mendapatkan penurunan pengoperasian dan sebagainya, sehingga dengan adanya kenaikan BBM ini berdampak buat masyarakat juga,” sambungnya.

Adapun, ditambahkan Budi, untuk kenaikan harga tiket bagi bus reguler berkisar terjadi sekitar 30 persen. Seperti, bus jurusan Bogor-Terminal Kampung Rambutan naik dari Rp20 ribu menjadi Rp22 ribu. Sedangkan, untuk bus jurusan Bogor-Padang naik dari Rp575.000 jadi Rp675.000. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *