Polisi Amankan Satpam Pelaku Cabul Anak Berkebutuhan Khusus di Bogor

by -

METROPOLITAN.id – Jajaran Polresta Bogor Kota berhasil mengamankan pelaku cabul terhadap Anak Berkebutuhan Khusus berinisal GSN (13). Pelaku yang berinisial AJ (23) itu diketahui berprofesi sebagai satpam.

Waka Polresta Bogor Kota, AKBP Ferdy Irawan menuturkan, pelaku berhasil diamankan delapan hari setelah kejadian tindak pencabulan, tepatnya pada Jumat (2/9).

“Kita amankan di jalan, di seputaran Warung Jambu. Karena dapat informasi yang bersangkutan pulang dari kerja menuju rumah,” kata AKBP Ferdy dalam jumpa pers di Mako Polresta Bogor Kota, Selasa (6/9).

Adapun, menurut AKBP Ferdy, untuk modus yang digunakan, pelaku membujuk korban dengan mengajak nongkrong. Kemudian, karena situasi dan tepat yang memungkinkan, pelaku memaksa korban sehingga terjadilah tindak pencabulan.

“Ya jadi bujuk rayu saja, terus pada waktu itu korban sendiri sehingga terpedaya dengan bujukan daripada tersangka tersebut,” ucap dia.

Baca Juga  Mau Liburan Self Healing di Bogor? Lima Curug Keren Ini Wajib Kamu Kunjungi

“Pelaku sebelumnya tidak kenal, jadi di TKP itu lah melihat korban sendiri, pelaku yang bekerja sebagai satpam ini mendatangi korban, kemudian karena dia dipengarungi oleh hawa nafsu dan tertarik oleh korban ini sehingga dia melancarkan bujuk rayu dan terjadi lah kejadian pelecehan seksual itu,” sambungnya.

Atas perbuatannya, diyakini AKBP Ferdy, pelaku dijerat Pasal 76 E Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Paling lama 15 tahun penjara dengan ancaman denda uang maksimal Rp5 miliar. Dan saat ini tersangka masih dalam proses penyidikan lebih lanjut untuk segera diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum,” ujar AKBP Ferdy.

Sebelumnya, sungguh malang nasib GSN (13). Anak berkebutuhan khusus asal Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor itu diduga menjadi korban pencabulan oleh orang tak dikenal.

Baca Juga  percobaan artikel

Informasi dihimpun, kejadian pencabulan ini sendiri terjadi pada Jumat (26/8) lalu. Di mana, mulanya korban diketahui pulang ke rumah usai bermain dari Klinik dekat Terminal Ciparigi sekitar pukul 21:00 WIB.

Kemudian, sesaat di rumah, orang tuanya ini mempertanyakan keberadaan handphone milik korban. Setelah itu, GSN pun kembali ke tempat ia bermain untuk mengambil handphonenya.

Namun, hingga ditunggu beberapa jam, GSN tak jua pulang. Sampai pada keesokan paginya, pada Sabtu (27/8), ia baru kembali ke rumah.

“Setelah ditanya, dia (korban) cerita pada saat berjalan pulang ngelewatin orang-orang lagi nongkrong, terus dipanggil, terus ada satu yang (diduga) melakukan pelecehan itu,” kata ibu korban, GSA (36).

“Awalnya cuma dipeluk terus ditarik di atas rumput gitu, dia diperlakukan gitu (pencabulan). (Diduga pelaku) satu orang, yang tiga orang lainnya cuma nongkrong,” sambungnya.

Baca Juga  Wapres Pastikan Ketersediaan Pangan Jelang Puasa dan Lebaran Aman

Setelah itu, dilanjutkannya, pelaku ini membawa anaknya ke rumah rekannya. Di rumah itu, anaknya disuruh tidur atau istirahat.

“Anak saya disuruh tidur istirahat, sampai jam 5 pagi dianter pulang pakai motor sampai ke taman, terus dari situ dia (korban) jalan kaki cuma pake leging sama atasan doang, pakaian dalam udah gak ada,” ucap dia.

Mendapat informasi itu, ditambahkannya, ia langsung melaporkan kejadian ini ke Polresta Bogor Kota dengan nomor laporan LP/B/988/VIII/2022/SPKT/Polresta Bogor Kota/Polda Jabar tertanggal 27 Agustus 2022.

“Saya sudah lapor, anak saya takut kalau inget lagi nangis. Saya minta diusut secara tuntas,” ujar GSA. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *