Polisi Ungkap Motif FS Tega Bacok Korban hingga Tewas

by -

METROPOLITAN.id – Waka Polresta Bogor Kota, AKBP Ferdy Irawan mengungkapkan motif pelaku FS (19) yang tega membacok korban FR (18) hingga tewas pada Sabtu (17/9) dini hari.

“Modus operandi dari peristiwa pidana ini masing-masing kelompok memang sudah ada dendam lama, karena salah satu anggota kelompok ini pernah dipukul oleh kelompok yang lain,” kata Waka Polresta Bogor Kota, AKBP Ferdy Irawan dalam jumpa pers di Mako Polresta Bogor Kota pada Minggu (18/9).

Kemudian, karena tak terima, kedua kelompok ini pun melakukan janjian untuk bertemu dan melakukan tawuran melalui media sosial Instagram pada Jumat (16/9).

“Jadi mereka janjian untuk ketemu, lokasi sudah ditentukan di jalan roda (kawasan Suryakencana), kemudian jamnya juga sudah ditentukan pada pukul 2 atau 3 dini hari,” ucapnya.

Adapun, dijelaskan AKBP Ferdy, saat kedua kelompok ini sudah berhadapan, tersangka FS ini diketahui bersama teman-temannya menyerang terlebih dahulu.

Baca Juga  Kisah Deretan Artis Korban Video Porno

Kebetulan, pelaku FS berhadapan langsung dengan korban FR, dan saling serang dengan senjata tajam pun tak terelakan.

“Saat saling serang ini korban membacok (terlebih dahulu) telinga tersangka sampai tersangka terjatuh dalam posisi jongkok,” imbuhnya.

Namun tak hanya sampai situ, dilanjutkan AKBP Ferdy, dalam kondisi jongkok ini tersangka ternyata mengayunkan senjata tajam yang digenggamnya ke bagian dada korban.

“Korban langsung tersungkur karena mengalami luka di bagian dada kiri yang mengakibatkan terpotongnya iga kedua kiri depan, yang membuat korban meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujarnya.

Sebelumnya, jajaran Polresta Bogor Kota berhasil mengamankan sebanyak 18 orang terkait tindak tawuran yang menewaskan seorang remaja bernisial FR (18) di kawasan Suryakencana, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor pada Sabtu (17/9) dini hari.

Baca Juga  Kenakan Helm Ojol, Pemotor Ditemukan Tewas Tertancap Belati

Dari ke-18 orang yang diamankan, aparat kepolisian menetapkan enam orang tersangka dalam kasus tawuran maut ini.

“Setelah kejadian tersebut tim dari Satreskrim Polresta Bogor Kota beserta jajaran langsung menindaklanjuti, dan dalam waktu tidak lebih dari 1×24 jam, kami berhasil mengamankan sekitar 18 orang,” kata Waka Polresta Bogor Kota, AKBP Ferdy Irawan dalam jumpa pers di Mako Polresta Bogor Kota pada Minggu (18/9).

“18 orang ini terdiri dari dua kelompok yang terlibat tawuran, Athopink_Reborn dan Parung Destroyer. Dari 18 orang ini kita kelompokan kembali perannya masing-masing sehingga berdasarkan hasil penyidikan kami menetapkan 6 orang tersangka dan kita bagi dalam tiga kategori kelompok,” sambungnya.

Adapun, menurut AKBP Ferdy, peran dari ketiga kelompok yang ditetapkan menjadi tersangka diantaranya, kelompok pertama ada FS (19) selaku pelaku utama yang melakukan pembacokan dan RH (18) selaku pelaku yang menyuruh melakukan.

Baca Juga  Sengketa Tanah Berujung Maut, Satu Warga Tewas Dianiaya

Lalu, kelompok kedua ada MDV (14) dan IS (13) selaku pelaku yang turut serta melakukan. Terakhir, kelompok ketiga ada MM (16) dan IF (18) selaku pihak yang menguasai, menyimpan dan memiliki senjata tajam.

“Kemudian untuk yang 12 (orang) lainnya sementara kita masih jadikan sebagai saksi, karena (saat kejadian) mereka memang ada disana, walaupun pada pelaksanaannya tidak ikut secara langsung dan hanya memantau dari jarak tertentu,” ucap dia.

Atas perbuatannya, dilanjutkan AKBP Ferdy, keenam tersangka ini dikenakan Pasal 76 C Jo Pasal 80 Undang-undang Nomor 35 tahun 204 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 2 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

“Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. Dan terhadap tersangka yang membawa dan menyembunyikan senjata tajam diancam hukuman penjara maksimal 10 tahun,” tandasnya. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published.