Sosialisasi 4 Pilar di Bogor, Syariefuddin Hasan Dikeluh Warga soal Kenaikan Harga BBM: Hidup Makin Susah

by -

METROPOLITAN.id – Wakil Ketua MPR RI, Syariefuddin Hasan melakukan sosialisasi empat pilar di Cico Resort, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor pada Sabtu (24/9).

Dalam kegiatan sosialisasi yang diikuti warga Kota Bogor ini, salah satu pimpinan MPR RI itu mendapatkan keluhan dari warga terkait persoalan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Syariefuddin Hasan menjelaskan, jadi ada dua agenda yang dilakukan dirinya dalam kegiatan ini. Pertama, dirinya memberikan motivasi kepada warga Kota Bogor, khususnya para pengurus Paguyuban Sundawani, agar bagaimana hidup sebagai warga negara yang baik dapat menjalankan kehidupan dengan menerapkan empat pilar.

Yakni, berdasarkan Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

Baca Juga  Kawanan Rampok Mobil Pengantar Uang ATM Rp 4,5 M dari Subang Lari ke Bandung

“Dengan menjalankan 4 pilar, kita akan timbul rasa kebersamaan ke depan. Dan mendorong mayarakat untuk tetap optimis agar menatap masa depan yang lebih bagus,” kata Syariefuddin Hasan.

Kemudian, dilanjutkan Syariefuddin Hasan, kegiatan kedua yakni membuka dan menerima aspirasi dari masyarakat. Di mana, kebanyakan warga mengatakan hidupnya susah imbas kenaikan harga BBM bersubsidi.

“Kebanyakan mereka mengatakan hidupnya susah. Karena segala-galanya naik, BBM naik, bahan pokok naik, semuanya serba naik, sehingga mengalami kesulitan,” ucapnya.

Atas dasar itu, Syariefuddin Hasan mengaku akan membawa dan memperjuangkan keluhan warga ini ke Pemerintah Pusat. Meski, memang diakuinya bahwa Partai Demokrat ini berada diluar pemerintahan.

“Sebenarnya apa yang dikeluhkan itu sama juga dengan yang disuarakan Partai Demokrat. Saya juga dari Wakil Ketua MPR RI dan teman-teman di Komisi DPR RI juga menyuarakan semuanya itu,” imbuh Syariefuddin Hasan.

Baca Juga  GP Ansor Kota Bogor Gelar PKD, Wakil Walikota Jadi Peserta Kehormatan

“Namun karena posisi kita ada di luar pemerintahan, kita hanya bisa menyampaikan saja, kalau pemerintah mendengaranya ya alhamdulillah kita bersyukur, nah kalau pemerintah tidak mendengar maka saya serahkan kepada rakyat lagi untuk menentukan pilihannya di tahun 2024. Kita lakukan perbaikan di tahun 2024,” tandasnya. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *