Sudah Dianggarkan, Proyek Betonisasi Rp1,7 M Malah Molor

by -
RUSAK: Sebuah mobil melintas di Jalan Tamansari, Kabupaten Bogor, yang masih rusak meski diketahui anggarannya sudah dialokasikan.

METROPOLITAN – Proyek infrastruktur betonisasi Jalan Buniaga-Kampung Baru, Desa Sukaresmi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, dengan nilai proyek lebih dari Rp1,7 miliar, rupanya tak kunjung dikerjakan.

Seharusnya, jalan sudah mulai dibeton sesuai Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) yang tertera per 20 Juli 2022, dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender.

Salah seorang pengguna jalan yang juga warga Tam­ansari, Yudi Surahman, mengaku setiap hari mele­wati jalan itu dan merasa kesal karena belum ada pengerjaan betonisasi jalan.

”Setiap hari lewat di lo­kasi tersebut, jalan rusak parah. Belum ada tanda-tanda pengerjaan, apalagi akhir-akhir ini hujan terus,” keluhnya.

Ketika hujan deras, air bisa meluap dan menutupi jalan, serta sangat meng­ganggu dan membahayakan pengendara.

Baca Juga  Lanjutan Proyek JLD Tunggu FS dan DED

”Saya berharap pihak kon­traktor segera melakukan betonisasi jalan tersebut,” harapnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Jalan dan Je­mbatan Kelas A Wilayah III DPUPR Kabupaten Bogor, Andry Wistiantio, mengata­kan bahwa keterlambatan pembangunan jalan terjadi karena truk molen tidak bisa melewati Jalan Taman­sari. Penyebabnya ada di Jalan Cimanglid—Ciapus.

”Karena akses jalan buat truk molen beton terhambat di Pancasan dan Kota Batu (ja­lan yang dilintasi, red) juga lagi ada pekerjaan,” tuturnya.

Kendati demikian, sam­bungnya, pengerjaan pening­katan jalan kabupaten di wilayah Kecamatan Taman­sari harus selesai awal No­vember.

”Jadi apabila kontraktor tidak selesai betonisasi, ter­lebih dahulu pihak UPT akan menganalisis penyebab atas keterlambatan pengerjaan jalan tersebut,” tutupnya. (jal/c/ryn/run)

Baca Juga  Jalan Pabangbon Jadi Area Jambret

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *