Truk Tambang Masih Seliweran di Siang Hari, Perbup Bogor soal Jam Operasional Disebut Mati Suri

by -

METROPOLITAN.id – Pelaksanaan serta penegakan Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Bogor nomor 120 tahun 2021 tentang pengaturan jam operasional bagi kendaraan angkutan tambang terus di sorot dan dikritisi warga masyarakat.

Sebab, hingga saat ini penegakan Perbup Bogor tersebut masih dianggap mati suri karena banyaknya kendaraan angkutan tambang yang melanggar jam operasional yaitu melintas di waktu siang hari, yang jelas – jelas dilarang bagi truk tronton angkutan tambang melintas.

“Bagi kami sebagai warga di wilayah Cikabon khususnya, Perbup Bogor 120 itu seperti tidak ada. Karena nyatanya, di waktu siang hari tetap saja truk tambang lalu lalang seenaknya,” ucap warga Parungpanjang, yang enggan namanya disebutkan kepada Metropolitan.id, Senin (26/9)

Pria 46 tahun itu menjelaskan, pelanggaran yang terus dilakukan oleh armada truk tambang sudah seharusnya segera ditertibkan dan diberikan sanksi yang tegas. Sebab hal itu menyangkut kepentingan warga dalam beraktivitas serta wibawa pemerintah daerah.

Baca Juga  Wah, Sehun EXO Tampil Eksklusif Di Cover Majalah Fesyen Thailand

“Kami minta Disnas Perhubungan (Dishub) dan petugas terkait lainnya untuk bertindak tegas. Janganlah terus dibiarkan pelanggaran Perbup itu. Jika perlu, pasang kembali portal di area perbatasan seperti yang ada di jembatan Malang Nengah,” tandasnya.

Sementara Camat Parungpanjang, Icang Aliyudin mengungkapkan bahwa pihaknya telah membuat instruksi kepada semua jajaran petugas di Forkopimcam untuk bertindak tegas terhadap adanya pelanggaran itu.

Ia pun telah meminta Dishub Kabupaten Bogor agar lebih intens menanganinya.

“Karena Dishub kan leading sector-nya, di bantu jajaran Muspika. Masa iya camat harus melakukan razia? ┬áSelain itu, kami imbau agar para sopir dan pengusaha angkutan tambang mematuhi Perbup Bogor tersebut,” cetus Icang.

Baca Juga  Mau Curi Start Sebelum Larangan Mudik? Jangan Senang Dulu, Ada Aturan Wajib Swab 1x24 Jam

Camat menegaskan, pembatasan waktu operasional bukan sebagai pelarangan dari aktivitas usaha angkutan tambang. Namun lebih kepada pengaturan waktu agar antara pelaku usaha tambang dan aktivitas warga masyarakat tidak saling berbenturan yang bisa merugikan salah satu pihak.

“Kalau waktu siang hari truk tambang beroperasi, kan bisa menimbulkan kemacetan, potensi kecelakaan lalu lintas dan hal lainnya. Maka kami minta para sopir dan pengusaha angkutan juga mau mentaati Perbup Bogor tersebut,” tandas camat.

Pantauan Metropolitan.id, adanya waktu jam operasional ini memang dikeluhkan para sopir serta pengusaha angkutan tambang. Dengan alasan pendapatan sehari – hari mereka yang bergantung kepada usaha tambang sangat berkurang.

Sementara di sisi lain, adanya Perbup Bogor 120 tahun 2021 diharapkan akan bisa mengurangi potensi konflik sosial, serta meminimalisir kecelakaan lalu lintas dan mengurangi angka penderita Inspeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA),” pungkasnya. (sir/mul/c/ryn)

Baca Juga  Perdana! Calon Jamaah Haji asal Kota Bogor Berangkat ke Tanah Suci

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *