Warteg Pengoplos Gas Elpiji 3 Kilogram Raup Untung Nyaris Rp100 Juta Tiap Bulan, 3 Orang Masih DPO

by -

METROPOLITAN.id – Polres Bogor mengungkap kasus pengoplosan gas elpiji subsidi di Desa Rawajamun, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Pelaku diketahui bisa meraup untung hingga nyaris Rp100 juta tiap bulannya dari praktik culas tersebut.

Wakapolres Bogor, Kompol Wisnu Perdana Putra mengatakan, selama tiga bulan menjalankan aksinya, pelaku dapat meraup keuntungan hingga Rp90 juta setiap bulannya.

“Pelaku itu membeli satu tabung gas elpiji 3 kilogram seharga Rp18 ribu. Lalu isinya dipindahkan dengan cara disuntuk ke tabung ukuran 12 kilogram. Satu tabung ukuran 12 kilogram itu berasal dari empat tabung gas elpiji 3 kilogram,” kata Wisnu, Selasa (6/9).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Siswo DC Tarigan menjelaskan, pelaku menampung gas elpiji 3 kilogram dengan cara membeli dari sejumlah pangkalan gas elpiji di wilayah di Bogor.

Baca Juga  KPU JATAH DANA KAMPANYE PASLON RP30 MILIAR

Kadang kala, gas tersebut diantar pemilik pangkalan atau pelaku sendiri yang datang untuk membeli. Setelah itu, pelaku melakukan pengoplosan di warteg miliknya.

“Jadi gas itu dikumpulkan di warteg milik pelaku bernama Warteg Karisma Bahari untuk dilakukan penyuntikkan. Dari empat buah tabung 3 kilogram disuntikkan ke satu tabung 12 kilogram,” terangnya.

Sebelumnya, sindikat pengoplos gas elpiji berkedok warteg diringkus jajaran Polres Bogor. Aksi pengoplosan ini terjadi di Desa Rawajamun, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Pengoplosan dilakukan pelaku dengan membeli gas elpiji 3 kilogram. Setelah itu, isi gas tersebut dipindahkan ke tabung gas berukuran 12 kilogram di warteg milik pelaku.

Wakapolres Bogor Kompol Wisnu Perdana Putra mengatakan, dari pengungkapan tersebut, pihaknya telah menangkap satu pelaku utama berinisial RP.

Baca Juga  HOTEL MESUM BAKAL DIRAZIA

Lelaki 37 tahun tersebut telah melancarkan aksi culasnya selama tiga bulan terakhir. Dalam melakukan pengoplosan, RP tak seorang diri. Ada tiga orang lainnya yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Setelah pelaku membeli gas elpiji 3 kilogram dan mengoplosnya di warteg miliknya, kemudian dijual ke wilayah Jakarta,” ujar Wisnu, Selasa (6/9).

Selanjutnya, pelaku dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak Gas Bumi yang telah diubah dengan Pasal 40 angka (9) Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Selain itu, pelaku dijerat Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) huruf b dan c Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan/atau Pasal 32 ayat (2) jo Pasal 30 Undang-Undang Nomor 2 tahun 1981 tentang Metrology Legal.

Baca Juga  Pengacara Benarkan 2 Terduga Pelaku Pelempar Molotov di Kantor PDIP Bogor Anggota FPI

“Ancama pidana 6 tahun dan denda Rp60 miliar,” ungkapnya.

Kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti dari kasus tersebut. Di antaranya 508 tabung gas elpiji 3 kilogram berisi dan 67 tabung gas elpiji 12 kilogram berwarna pink kosong.

Selanjutnya, 103 tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram berwarna biru kosong, sebuah tabung gas elpiji 12 kilogram berisi gas hasil suntikan dari tabung 3 kilogram subsidi.

“Kita amankan juga 40 buah pipa besi suntik, sebuag timbangan, satu setengah karung segel tabung gas, satu plastik karet gas, sebuah palu, recorder CCTV dan sebuah ponsel,” terang Siswo. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *