Wow! BI Diprediksi Kerek Bunga Acuan Jadi 4%

by -
PELAYANAN: Pengunjung meninggalkan kantor pusat Bank Indonesia di Jakarta, belum lama ini.

METROPOLITAN – Bank Indonesia (BI) besok akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG). Sa­lah satunya adalah bunga acuan BI yang pada bulan lalu sudah naik 25 basis poin (bps) men­jadi 3,75%.

Ekonom dan Co-Founder & Dewan Pakar Institute of So­cial, Economics and Digital/ISED Ryan Kiryanto memper­kirakan BI melanjutkan kenai­kan bunga acuan 25 bps men­jadi 4% dengan Lending dan Deposit Facility yang juga naik 25 bps.

”Keputusan ini pada dasar­nya mengacu kepada tujuan BI untuk menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi sesuai jangkar BI 2-4% ditambah untuk tetap dapat menjaga momentum pertum­buhan,” katanya.

Ia mengungkapkan dengan inflasi tahunan (year on year/yoy) per Agustus lalu 4,69% dan inflasi September berkisar 5,9% serta ekspektasi inflasi 2022 5,24%, maka kenaikan bunga acuan 25 bps merupa­kan opsi yang tepat. Dorong­an inflasi Agustus dan Sep­tember dipicu oleh kenaikan harga BBM dengan efek ikutan­nya pada kenaikan tarif ang­kutan umum dan harga barang-barang kebutuhan pokok.

Baca Juga  Honda Rilis CBR 250 RR Seharga Rp111 Juta

Lebih lanjut, hal itu mening­katkan ekspektasi inflasi pada 2022 ini akan melampaui tar­get BI 2-4% dan 3% versi pe­merintah atau asumsi APBN 2022. Jadi pendorong kenaikan bunga acuan BI mutlak ka­rena adanya kenaikan reali­sasi inflasi hingga akhir bulan ini ditambah kenaikan ekspek­tasi setelah kenaikan harga BBM.

Memang ada juga faktor eksternal yang menjadi per­timbangan tambahan, yaitu konsensus perkiraan kenaikan suku bunga The Fed (FFR) yang agresif 75 bps pada pertemu­an FOMC September ini men­jadi 4-4,25% untuk mengerem laju inflasi yang tinggi 8,3% pada Agustus lalu. Dengan demikian ruang bagi BI untuk menahan BI Rate tampaknya tipis sekali.

”Jadi dengan pertimbangan domestik dan eksternal, RDG BI yang menaikkan BI Rate 25 bps merupakan keputusan tepat. Besaran kenaikan 25 bps ini menjadi ukuran atau takaran yang tepat, melanjut­kan kenaikan RDG BU bulan Agustus lalu dengan besaran yang sama. Sekaligus ini memberikan sinyal keputu­san tersebut betul-betul hati-hati, preemptive dan cenderung masih pro per­tumbuhan,” ujarnya.

Baca Juga  Apkasi Gaet Bukalapak Bikin UMKM Online

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan BI menaikkan suku bunga acuan. Sebanyak 12 lembaga/institusi memper­kirakan bank sentral mengerek BI7DRR sebesar 25 bps men­jadi 4% sementara dua lem­baga/institusi memproyeksi kenaikan BI7DRR sebesar 50 bps menjadi 4,25%.

”BI secara mengejutkan me­naikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 3,75% pada Agustus 2022. Kenaikan tersebut adalah yang pertama sejak November 2018 atau dalam 44 bulan,” jelasnya.(dtk/eka/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *