2023, Kuota Rumah Subsidi bakal Ditambah

by -
PERUMAHAN: Kementerian PUPR terus berupaya mengatasi kekurangan perumahan dan mendorong Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memiliki rumah layak huni.

METROPOLITAN – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya mengatasi kekurangan perumahan (backlog) dan mendorong Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk memiliki rumah layak huni, Rumah Subsidi.

Salah satunya melalui pemberian fasilitas kemudahan dan bantuan pembiayaan perumahan (KPR bersubsidi) demi meningkatkan akses dan keterjangkauan MBR.

Berupa Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), dan Pembiayaan Tapera.

Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah mendorong seluruh pemangku kepentingan, terutama perbankan, untuk semakin memastikan penyaluran bantuan subsidi perumahan diterima MBR.

Sehingga, orang-orang yang membutuhkan benar-benar mendapat bantuan, alias tepat sasaran.

”Bukan sekadar orang yang beli rumah untuk nanti dijual kembali. Ini harus menjadi perhatian kita bersama bahwa yang disediakan negara harus kita optimalkan,” ujar Fatah dikutip dari laman Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan.

Baca Juga  Sri Mulyani Beri Warning soal Bantuan untuk PKL

Kementerian PUPR pun telah melanjutkan kerja sama dengan Bank BTN sebagai salah satu penyalur bantuan subsidi perumahan. Melalui Penandatanganan Adendum Kesepakatan Bersama dengan Bank BTN. Tujuannya agar dapat membantu menjamin amanat belanja negara lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk kesejahteraan masyarakat.

”Untuk menjamin APBN betul-betul dijalankan, diperlukan interaksi dengan ekosistem pengelolaan keuangan di negara ini, salah satunya perbankan,”jelas Fatah.

Pada 2022, Kementerian PUPR mengalokasikan dana FLPP sebesar Rp23 triliun untuk 200.000 unit rumah, dan BP2BT sebesar Rp888,46 miliar untuk 22.586 unit rumah.

Selanjutnya, pada 2023, akan ada penambahan kuota penerima bantuan subsidi perumahan FLPP menjadi 220.000 unit dengan anggaran Rp25,18 triliun.

Baca Juga  Rumah Subsidi Dikurangi jika Bank tak Capai Target

Program FLPP juga akan didampingi dengan program Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) dengan jumlah sama yaitu 220.000 unit sebesar Rp890 miliar.

Lalu untuk Subsidi Selisih Bunga (SSB) sebanyak 754.004 unit senilai Rp3,46 triliun yang telah diakadkan pada tahun tahun sebelumnya.

Pada TA 2023 juga akan disalurkan program bantuan subsidi Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) senilai Rp4,64 triliun dari dana masyarakat untuk 54.924 unit.

Sehingga total target penyaluran bantuan subsidi perumahan TA 2023 sebanyak 274.924 unit senilai Rp34,17 triliun. Bersumber dari APBN sebesar Rp29,53 triliun dan dana masyarakat Rp4,64 triliun. (kmp/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *