Mentan dan Plt Bupati Panen Bunga Krisan di Bogor, Persiapan Ekspor ke Jepang

by -

METROPOLITAN.id – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan jajaran bersama Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan melakukan panen bunga krisan di Desa Sukamanah, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Kamis (6/10).

Panen kali ini merupakan persiapan ekspor bunga krisan Kelompok Tani (Poktan) Swastika Jaya ke Jepang.

“Tanaman krisen ini adalah tanaman hias paling disukai di seluruh dunia. Dikembangkan jadi satu terobosan di sini, tidak perlu dengan hamparan yang terlalu besar, bisa greenhouse seperti ini dan sungkup, hasilnya cukup besar,” ujar Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Menurutnya, bunga krisan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Terlebih, tanaman krisan dari daerah tropis di Indonesia memiliki keunggulan dari daya tahan yang lebih kuat.

Baca Juga  Tato Elektronik Bisa Obati Pasien Stroke

Tak hanya itu, tanaman krisan juga bisa digunakan ssbagai obat herbal untuk sejumlah penyakit.

“Banyak krisan di dunia tapi kebanyakan dari sub tropis. Biasanya tanaman hias dan buah dari wilayah tropis itu daya tahannya lebih tinggi. Makanya lebih mahal. Terima kasih untuk semua, Pak Bupati, Dirjen dan semuanya. Ayo kita bina semua karena dunia membutuhkan ini,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan mengaku siap berkolaborasi dan mendukung langkah-langkah Kementerian Pertanian, khususnya di Kabupaten Bogor. Ia juga berharap ke depannya Desa Sukamanah bisa menjadi sentra tanaman krisan sehingga bisa ikut meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah hari ini kita kedatangan Pak Mentan dan jajaran. Mungkin di sini memang kondisi alamnya mendukung untuk tanaman tersebut. Kita berterima kasih dan mudah-mudahan di sini ke depannya bisa menjadi sentra tanaman krisal,” harap Iwan.

Baca Juga  Aib Dibongkar usai Usir Peserta Audisi

Menurutnya, Kabupaten Bogor memiliki banyak potensi pertanian. Misalnya, di Cijeruk ada sentra durian, tanaman hias di Tamansari, hingga pisang di Rumpin

“Pak Presiden juga punya tempat pembibitan pohon keras di Rumpin. Mudah-mudahan potensi pertanian di kita bisa terus maju dan berkembang,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Poktan Swastika Jaya, Ketut Swarjana mengatakan, Jepang menjadi tujuan ekspor bunga krisan kali ini. Diperkirakan, ada 12 ribu hingga 15 ribu batang bunga krisan yang akan diekspor.

“Ini persiapan kita ekspor ke Jepang, rencananya minggu depan, kita cek kualitas, kedua kuantiti,” ujar Ketut uang sejak 2012 menanam krisan.

Menurutnya, bunga krisan di Indonesia memang terkenal memiliki daya tahan tinggi. Setelah dicabut, tanaman tersebut bahkan bisa bertahan hingga 22 hari.

Baca Juga  Si Cantik Tewas Dicekik

“Kita pernah dites di Jepang ketahanan krisan kita setelah dipotong tanpa akar bisa sampai 22 hari. Kalau yang lain paling satu minggu. Mungkin karena perlakuan dan nutrisinya. Ditambah wilayahnya juga cocok, karena krisan bagus ditanam di lahan dengan ketinggian di atas 500 meter (mdpl),” tandasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *