Mulai Tahun Depan Biskita Transpakuan Berbayar

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana akan menerapkan tarif pada Biskita Transpakuan mulai tahun depan.

Keputusan itu diakui Wali Kota Bogor, Bima Arya sudah mendapat lampu hijau dari Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi saat dirinya bertemu di kantor Kemenhub pada Senin (3/10) kemarin.

“Pak menteri sepakat bahwa kita segera mengusulkan menetapkan tarif,” kata Bima Arya kepada wartawan, Selasa (4/10).

“(Untuk itu) Pemkot Bogor akan melakukan kajian cepat untuk mengusulkan agar BPTJ menetapkan tarif dari Biskita Transpakuan ini,” sambungnya.

Disinggung terkait besaran tarifnya, Bima Arya mengaku belum bisa menentukannya. Sebab, pihaknya akan membuat kajian terlebih dahulu, lalu menyerahkannya ke Kemenhub.

Baca Juga  Pemkot Bogor - IPB University Sepakat Bangun Kawasan Agrowisata Halal, Ini Lokasinya

“(Yang pasti) Untuk sekarang masih gratis, kita buat kajian dahulu baru kita usulkan berapa, mungkin targetnya paling tidak di awal tahun,” ucap Bima Arya.

Disisi lain, Bima Arya menuturkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengapresiasi load factor atau bangkitan penumpang transportasi massal Biskita Transpakuan yang lebih tinggi, dibandingkan dengan transportasi massal berskema buy the service (BTS) di daerah lain. Kendati demikian, saat ini Biskita Transpakuan tengah dievaluasi oleh DPR RI.

“Saat ini BTS sedang di evaluasi total oleh DPR, jadi pihak DPR melihat kota-kota lain tidak berjalan maksimal, jadi kami masih menunggu keputusan itu. Hasil komunikasi Menhub dan DPR akan menetukan apakah kita akan ditambah lagi atau tidak karena masih dievaluasi,” imbuhnya.

Baca Juga  Airlangga dan Habib Syeikh Jadi Tuan Rumah Haul Ki Ageng Gribig di Klaten

Bima Arya mengungkapkan, evaluasi tersebut dilaksanakan lantaran load factor dari Biskita Transpakuan diakui lebih tinggi daripada kota-kota lain di Indonesia yang juga memiliki transportasi berskema BTS. Sehingga hal ini menjadi anomali, lantaran berbeda dengan kota-kota lainnya.

Meski tengah dalam evaluasi, Bima Arya meyakini, Biskita Transpakuan tetap beroperasi di Kota Bogor.

Disinggung soal penambahan dua koridor di Koridor 3 dan 4 Biskita Transpakuan, Bima Arya menambahkan, Pemkot Bogor masih menunggu keputusan dari Menhub. Termasuk menunggu hasil evaluasi yang dilakukan DPR RI.

“Iya masih menunggu. Kita sudah mengajukan ada dua koridor yang kita minta, mungkin ada (tambahan) sekitar 26 bus, tetapi pak menteri menyampaikan begitu, masih dievaluasi oleh DPR,” ujarnya. (rez)

Baca Juga  Baru Keluar RSJ, Sabar Deklrasikan Agama Baru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *