Petugas Gabungan Segel Vila dan Resort di Cijeruk

by -

METROPOLITAN.id – Satpol PP Kabupaten Bogor bersama Dinas Penanaman Modan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor dan petugas lainnya menyegel Vila dan Resto Lenirra di Desa Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Rabu (5/10). Penyegelan dilakukan lantaran bangunan dianggap berdiri di atas lahan basah yang dilindungi.

“Jadi disini itu ada dua titik, pertama itu luasnya sekitar 11.700 meter. Nah ini berdasarkan tata ruang masuk dalam lahan kering dan berkebun, sehingga ada peluang diperbolehkan bisa membangun vila. Sedangkan yang kedua dengan luas 36.400 meter masuk lahan basah yang dilindungi, artinya tidak boleh ada bangunan. Kalau saya katakan ini pelanggaran berat dan harusnya sudah di doser bongkar,” ujar Kepala DPMPTSP Kabupaten Bogor, Dace Supriadi.

Baca Juga  Baraya One Bogor Raya Sumbang APD ke Puskesmas

Menurutnya, mekanisme pengurusannya sendiri belum final. Untuk itu, penertiban belum sampai ke eksekusi, tapi harus dibongkar karena berada di atas lahan sawah yang harus dilindungi.

“Untuk bangunan di lokasi pertama kurang lebih ada sekitar 60 persen. Itupun harus lihat Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dulu, mana yang mungkin diberikan izin dan mana yang tidak. Mudah-mudahan saja lokasi yang di bawah cukup berpeluang,” ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya menghargai investasi yang masuk. Asalkan, tidak melanggar aturan yang ada.

Terkait banyaknya vila yang melanggar dan belum berizin, Dace meminta Satpol PP terus melakukan penyisiran.

“Khususnya Pengawas Bangunan yang harus jeli, di samping kepala desa dan camat yang harus pro-aktif untuk memantau jika ada bangunan yang di sinyalir berada dilahan basah,” tegas Dace.

Baca Juga  Anggota Wantimpres Jokowi Jenguk Adian Napitupulu di RS Siloam

Di tempat yang sama, Kepala Satpol -PP Kabupaten Bogor, Cecep Iman meminta pengelola tidak berkilah dan mengambil kebijakan sendiri.

“Kami sudah memberikan kebijaksanaan, pengelola jangan sampai membikin kebijakan sendiri, karena hari ini tidak ada kata lain selain melakukan penyegelan, ” kata Cecep.

Sementara itu, pengelola Villa dan Resort Lenira, Rio mengaku kaget dengan kedatangan tim eksekusi yang melakukan penyegelan, bahkan membubarkan pengunjung yang sedang santap siang.

“Jujur Kami yang disini merasa kaget, kok langsung disegel, padahal dalam surat edaranĀ  yang kami terima berisi akan sosialisasi mengenai OSS,” akunya.

Ia berkilah vila dan resort yang dikelolanya belom lama ini telah menyerap banyak tenaga kerja di wilayah desa Cijeruk. Jika dilarang beroperasi, Ria mengaku akan merumahkan lara pekerja.

Baca Juga  Ratusan Ribu Benih Loster Kwmbali Digagalkan

Menurutnya, sejak pembangunan pada 2019 lalu, pembangunannya sempat terhenti dan terbentur beberapa kendala, termasuk perizinan.

“Sebelum ada penyegelan ini, kami juga telah mendapat surat teguran dari pihak pengawas tata bangunan, padahal kami urus izin kepada pihak mereka juga. Sebagian bangunan yang ada telah lengkap perizinannya, sebagian lainya sedang dalam pengurusan. Kami sedang urus semua perizinan dan hari ini pun sedang dilakukan kajian perubahan site plan,” tandasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *