Polresta Sukabumi Ciduk 43 Pengedar Narkoba

by -
DIGELANDANG: Jajaran Polresta Sukabumi menangkap puluhan pengedar narkoba. Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang haram yang jika diuangkan mencapai ratusan juta rupiah.

METROPOLITAN – Jajaran Satnarkoba Polres Sukabumi Kota mengamankan 34 ter­sangka dari 23 kasus pereda­ran dan penyalahgunaan nar­kotika dan obat-obatan ilegal sepanjang September 2022. Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang haram yang bila dijumlahkan senilai Rp373.185.000.

“Dari pengungkapan ini, penyidik dari jajaran Satnar­koba menyelamatkan 30.400 jiwa calon pengguna,” jelas Kapolres Sukabumi Kota, AK­BP SY Zainal Abidin, saat kon­ferensi pers di Mako Polres Sukabumi Kota, Selasa (4/10).

Menurutnya, dari 34 tersang­ka pengedar jenis sabu hingga obat-obatan terlarang ini, para pelaku diamankan di 23 Tem­pat Kejadian Perkara (TKP) yang berbeda. Mereka melancarkan aksinya sebagai kurir maupun pengedar dengan waktu yang berbeda. Ada yang sudah tiga bulan, ada yang satu tahun. Bahkan di antaranya merupa­kan residivis kasus serupa.

“Modus yang diterapkan para pelaku masih mengguna­kan cara lama. Para penjual menempel barang sesuai tem­pat yang ditentukan, kemu­dian mengarahkan pembeli dan uang ditransfer atau mela­kukan transaksi dengan cara bertemu langsung,” ungkap Zainal.

Baca Juga  PPKM Mikro, 30 Tempat Usaha Langgar Jam Malam

Sementara barang bukti yang diamankan, yakni berupa nar­kotika jenis sabu 170,32 gram, ganja 18,69 gram, obat berba­haya 7.804 butir tramadol, 3.772 butir hexymer, 100 butir trihex, psikotropika 92 butir riklona, 116 butir alprazolam, 1 butir calmlet, 10 butir dumolid, 3 alat isap atau bong, 8 timbangan, 33 unit HP berbagai merek, 2 ATM dan uang hasil penjualan sebesar Rp600.000.

Akibat perbuatannya, sam­bung Zainal, para pelaku dije­rat Pasal 111 (1), 112 (1), 112 (2), 114 (1), 114 (2) UU RI No­mor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal 12 tahun sampai seumur hidup. Lalu, Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, dengan ancaman maksimal 15 tahun dan Pasal 196, 197, UU RI No­mor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman maksimal 12 tahun.(ms/suf/py)

Baca Juga  Sterilkan Tempat Ibadah dan Kantor Pelayanan Publik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *