Tragedi Jambore Cibungbulang, Siswa 11 Tahun Tewas Tersambar Petir

by -

METROPOLITAN – Saat mengikuti kegiatan Jambore Pramuka di Perkemahan Kwa­ran Kampung Layungsari, RT 02/06, Desa Ciaruteunudik, Kecamatan Cibungbulang, siswa kelas V SDN Cijujung 2 dikabarkan tewas tersambar petir.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu (1/10) sekitar pu­kul 22:00 WIB. Dari informasi yang dihimpun, korban ber­nama Ridho M Safaat, siswa kelas V yang baru berusia se­belas tahun.

Kejadian itu dibenarkan sa­lah seorang saksi, Saeful Rom­don. Saeful menceritakan insiden nahas itu terjadi saat kondisi di bumi perkemahan tengah hujan. Tiba-tiba ada petir dengan suara cukup ke­ras menyambar ke arah tenda siswa. Kepanikan pun terjadi lantaran salah seorang siswa tersambar petir.

”Saat kejadian, korban R se­dang di tenda siswa bersama kawan-kawannya, sekitar delapan siswa,” katanya.

Baca Juga  Tak Ada Toilet, 325 Siswa SD BAB di Sungai

Seketika, jelasnya, korban langsung tidak sadarkan diri. Selepas kejadian, korban langsung dibawa ke klinik terdekat. Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong dan langsung dibawa ke RSUD Leuwiliang untuk pemeriksa­an lebih lanjut.

”Korban sempat dibawa ke klinik, lalu dibawa ke RSUD Leuwiliang, tetapi di perjalanan meninggal dunia,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Cibung­bulang Agung Surachman Ali membenarkan adanya keja­dian tersebut.

“Betul, ada satu orang siswa yang tersambar petir saat se­dang berkemah,” pungkasnya.

Insiden itu disebutnya mer­upakan musibah yang tidak terduga. Ke depan, ia menga­ku kegiatan jambore yang dilaksanakan bakal menjadi bahan evaluasi dan antisipasi, terlebih saat cuaca buruk. (ads/c/ryn/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *