Wow! Cicilan Rumah KPR bakal Membengkak

by -
ILUSTRASI: Pengembangan rumah KPR sederhana yang banyak diincar konsumen.

METROPOLITAN – Bank Indonesia (BI) baru saja mengerek suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DDR) menjadi 4,75%. Imbasnya diyakini akan berujung pada peningkatan bunga kredit dan membuat cicilan membengkak. Tentunya, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) juga termasuk di dalamnya.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, setelah BI menaikkan suku bunganya, maka bank-bank juga akan segera menaikkan bunga KPR.

”Yang naik lebih duluan biasanya adalah suku bunga kredit dari bank tersebut, baru kemudian suku bunga simpanan. Suku bunga simpanan biasanya kenaikannya lambat ya. Biasanya lebih sensitif itu adalah suku bunga kredit nya supaya untuk menjaga tingkat profitabilitas, bank juga menjaga tingkat keuntungannya,” terang Faisal.

Faisal mengatakan, tendensinya bank-bank yang paling cepat mengikuti jejak BI ialah bank-bank kecil. Sementara, untuk bank-bank besar seperti Bank Himbara (Bank Mandiri, BNI, dan BTN) relatif lebih lambat penyesuaiannya.

Baca Juga  SUZUKI ALL NEW SATRIA F150 LUAR BIASA...

Sementara itu, Direktur Center of Economic and Law Studies CELIOS Bhima Yudhistira menjelaskan, kenaikan bunga KPR juga ditentukan tingkat risiko dari masing-masing perbankan dan kondisi likuiditas perbankan yang berbeda-beda. Ia memproyeksikan, dalam sembilan bulan ke depan kenaikannya berkisar di 1-2%.

”Jadi ada beberapa bank yang modalnya jauh lebih kecil, mungkin akan lebih cepat menyesuaikan kenaikan suku bunga KPR. Jadi proses transmisi antara suku bunga acuan bunga KPR bisa memakan waktu dua hingga tiga bulan, tapi bagi bank-bank tertentu yang faktornya lebih tinggi akan terjadi percepatan transmisi ke suku bunga KPR yang jauh lebih tinggi,” terang Bhima.

Apabila bunga KPR naik, menurut Bhima, ada beberapa sikap yang akan dilakukan masyarakat. Mulai dari mempertimbangkan model cicilan KPR syariah yang bunga floatingnya relatif lebih rendah, hingga yang terburuk, menunda atau tidak mengajukan KPR pada tahun ini dan tahun depan karena khawatir dengan besaran cicilan dan bunganya.

Baca Juga  Motif Tugu Kujang Laris Diburu

”Itu efeknya nanti dan ini tentunya akan sangat berdampak terutama ke sektor properti khususnya properti menengah karena properti menengah ini relatif Lebih sensitif terhadap pergerakan suku bunga,” tandasnya. (dtk/eka/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *