Astaga! BI Sudah Naikkan Bunga Acuan Jadi 4,25%

by -
NAIK: BI telah menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 125 bps menjadi 4,75% untuk menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi nasional sejak Agustus 2022.

METROPOLITAN – Demi menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi nasional, Bank Indonesia (BI) menempuh berbagai bauran kebijakan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan hal ini sejalan dengan arah kebijakan tersebut, sejak Agustus 2022, BI telah menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 125 bps menjadi 4,75%.

”Keputusan ini sebagai langkah front loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini terlalu tinggi dan memastikan inflasi inti kembali ke dalam sasaran 3,0±1% lebih awal yaitu ke paruh pertama 2023,” katanya dalam konferensi pers KSSK, Kamis (3/11).

Ia mengungkapkan ini juga untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya akibat semakin kuatnya mata uang dolar AS dan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah peningkatan permintaan ekonomi domestik yang tetap kuat.

Baca Juga  Kolaborasi Wujudkan Digitalisasi Desa di Gunungputri untuk Dukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan

Selanjutnya, bank sentral juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah (pusat dan daerah) dan instansi terkait melalui Tim Pengendalian Inflasi (TPIP dan TPID) melalui peningkatan nilai tambah Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah dalam mendorong ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, kestabilan harga, dan komunikasi efektif.

Selain itu, menurutnya,BI juga memperkuat operasi moneter melalui kenaikan struktur suku bunga di pasar uang sesuai kenaikan suku bunga BI7DRR tersebut untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memastikan inflasi inti kembali ke sasaran lebih awal.

Kemudian BI juga melanjutkan penjualan/pembelian SBN di pasar sekunder.

”Ini untuk memperkuat transmisi kenaikan BI7DRR dalam meningkatkan daya tarik imbal hasil SBN bagi masuknya investor portofolio asing guna memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah,” ujarnya. (dtk/eka/run)

Baca Juga  Iwapi Kabupaten Bogor Goes Digital

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *