Datangi PT Fajar Sarana Niaga, Dedie Belajar Pengolahan Sampah RT

by -
SERIUS: Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mendatangi PT Fajar Sarana Niaga, Selasa (8/11).

METROPOLITAN – Pemerin­tah Kota (Pemkot) Bogor terus melakukan pembenahan ter­hadap pengelolaan sampah. Bagaimana untuk terus mela­kukan inovasi dan pembela­jaran tentang pengelolaan sampah yang baik dan efektif.

Selasa (8/11), Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mendatangi PT Fajar Sarana Niaga di Kecamatan Gunung­putri, Kabupaten Bogor. Pabrik pengolahan sampah rumah tangga itu menjadi salah satu referensi Kota Bogor.

Di sana, Dedie melihat ba­gaimana jenis sampah dari bekas mi instan itu diolah menjadi berbagai hal. Se­perti blok bahan atau briket, hingga pupuk kompos dan juga pakan ternak.

”Kota Bogor belajar secara terus-menerus dan ke mana pun, bagaimana cara men­golah dan memanfaatkan sampah. Karena sampah di Kota Bogor sampai saat ini ada kecenderungan mening­kat,” kata Dedie di lokasi.

Baca Juga  Partikel Plastik Berjatuhan dari Langit di Kutub Utara

Didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Deni Wismanto, Dedie juga mengatakan bahwa pening­katan volume sampah itu bukannya tak diimbangi dengan upaya. Kota Bogor juga terus menggalakkan bank sampah, TPS 3R, hingga pen­golahan sampah lainnya.

”Bayangkan, dalam sehari Kota Bogor menghasilkan 800 ton sampah. Di tempat pen­golahan ini mungkin hanya lima persennya. Namun bisa menghasilkan nilai tambah,” sebut Dedie.

Kota Bogor saat ini masih mendistribusikan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga. Be­ban transportasi juga masih menjadi hal yang perlu dip­erhatikan. Sehingga, ke depan TPAS Galuga tak lagi jadi tujuan utama.

”Namun bisa di pasar-pasar. Makanya kita ajak juga Pe­rumda Pasar Pakuan Jaya. Jadi kalau pasar-pasar di Kota Bogor bisa dimanfaatkan juga sampahnya menjadi sebuah produk, baik pupuk cair maupun pupuk organik, artinya bisa juga meningkat­kan nilai tambah,” paparnya.

Baca Juga  Fraksi Kebangkitan Bintang Restorasi Bagikan 2.000 Masker

Terkait kerja sama antara Pemkot Bogor dan PT Fajar Sarana Niaga, tergantung dari kesepakatan bersama ke depan.

Untuk itu, hasil pembela­jaran ini tak menutup kemun­gkinan bisa dikolaborasi dan disinergikan untuk menja­dikan pengelolaan sampah di Kota Bogor menjadi lebih baik lagi. (*/eka/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *