Diduga Terlibat Korupsi Dana BOS, Mahasiswa Minta Kejari Tangkap Kepala Kemenag Kota

by -
UNJUK RASA: Puluhan mahasiswa berdemonstrasi di depan kantor Kejari Kota Bogor.

Forum Mahasiswa Antikorupsi (Formasi) menggelar aksi unjuk rasa terkait dugaan kasus korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Rabu (16/11). Para mahasiswa itu meminta Kejari Bogor dan Kementerian Agama atau Kemenag Kota Bogor mengusut tuntas dugaan korupsi tersebut.

DALAM aksinya, mereka membakar ban bekas dan mencoret pintu utama kantor dengan tulisan ‘Kejari Cacat’. Mereka nampak mengibarkan bendera merah putih dan bendera hitam serta bero­rasi menggunakan pengeras suara secara bergantian.

Koordinator Aksi, Wahab Sunandar, mengatakan, aksi tersebut digelar untuk men­desak aparat agar mengusut tuntas dugaan korupsi peng­elolaan dana BOS untuk madrasah di Kota Bogor. “Tangkap dan adili seluruh kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kota Bogor,” tegas Wahab dalam orasinya.

Pelaku yang dimaksud, kata Wahab, adalah ketua dan bendahara Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kota Bogor yang telah meru­gikan keuangan negara se­besar Rp1,12 miliar, dengan modus mark-up harga peng­adaan lembaran kertas ujian.

Baca Juga  Ramai-ramai Jadi Polisi Cilik

“Hal ini telah menyulut emosional kita dikarenakan bagaimana cara penegak hu­kum (Kejari Kota Bogor) melaksanakan sumpah se­rapahnya dalam penegakan hukum serta lembaga moral kementerian agama Kota Bogor yang terkesan acuh dan mendiamkan problematika ini berlangsung,” tegasnya.

Padahal sudah jelas dalam keputusan direktur jenderal pendidikan Islam Kemente­rian Agama RI melarang ada­nya pembentukan lembaga, badan atau wadah selain keaktifan secara mandiri un­tuk mengelola dana BOS tersebut, yakni kepala mad­rasah, guru serta komite se­kolah.

Selain itu, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) madrasah itu hanya diperun­tukkan operasional sekolah dan tidak diperuntukkan keperluan lainnya, apalagi melibatkan KKMI. Ditambah adanya pembiaran dari Ke­jaksaan Negeri Kota Bogor atas penindakan dugaan tindak pidana korupsi dana BOS madrasah yang sampai saat ini tidak menunjukkan integritasnya sebagai aparat penegak hukum. Di mana tidak menetapkannya ter­sangka dari jajaran kepala madrasah yang terlibat mark up dalam kasus ini serta Ke­menag Kota Bogor sebagai instrumen petugas pelaksa­na dana BOS madrasah Kota Bogor.

Baca Juga  Uang Kerahiman Warga Terdampak Rel Cair Desember

“Dari dasar itu, maka sudah jelas ini semua ada permai­nan yang dibuat secara struk­tur, sistematis dan massif. Kita mahasiswa menuntut keras terhadap Kejaksaan Negeri Kota Bogor dan Ke­menag Kota Bogor untuk penjarakan seluruh kepala madrasah yang terlibat mark up dana BOS.

“Penjarakan kepala Keme­nag Kota Bogor Dede Su­priatna yang pada 2017 se­bagai Kasubag TU Menag Kota Bogor. Pecat dan adili Kasi Pidsus Kejari Kota Bogor yang diduga main mata dalam kasus dana BOS anggaran 2017-2018. Pecat dan adili Kepala kejaksaan Negeri Kota Bogor yang diduga mela­kukan pembiaran terhadap anak buahnya (Kasi Pidsus),” ungkapnya.

Usai melakukan aksi di de­pan kantor Kejari Kota Bogor, mahasiswa melanjutkan aksi­nya memblokir Jalan Dju­anda. Dalam aksi tersebut, Jalan Djuanda mengalami kemacetan. Namun, petugas kepolisian sigap mengatur lalu lintas. (eka/py)

Baca Juga  Pokja ULPBJ Jangan Mau Datangi Bupati soal Urusan Tender

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *