Disdik Jabar Pastikan Siswa Terdampak Gempa Cianjur Tetap Sekolah, Ada Tiga Pilihan KBM dan Beri Trauma Healing

by -

METROPOLITAN – Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) bakal memberikan trauma healing kepada siswa terdampak gempa bumi 5,6 Skala Richter (SR) di Kabupa­ten Cianjur. Upaya tersebut untuk membantu siswa agar terbebas dari gangguan psi­kologis, seperti kecemasan pascabencana.

Kepala Disdik Jabar, Dedi Supandi, mengatakan, upaya memberikan trauma healing ini bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengen­dalian Penduduk dan Kelu­arga Berencana (DP3KB) Jawa Barat.

”Termasuk dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pember­dayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat untuk mencoba melakukan trauma healing bagi siswa-siswi yang kemarin terdampak gempa,” ujarnya.

Ia menilai penting memberi trauma healing kepada siswa, mengingat gempa yang ter­jadi di Kabupaten Cianjur banyak menelan korban jiwa. Tak sedikit pula siswa yang merasakan dampak gempa tersebut.

Berdasarkan pantauannya, sambung Dedi, terdapat 26 sekolah, baik SMA dan SMK yang terdampak. Dari 26 se­kolah tersebut ada yang masuk kategori rusak ringan, sedang dan berat. Bahkan, sebanyak 12 siswa di SMKN 1 Cugenang harus mendapatkan perawa­tan hingga dibawa ke puske­smas.

Baca Juga  Panik Gempa dan Tsunami, 2 Tewas

”Jadi total dari 26 itu hampir di 138 ruang kelas, termasuk ruang guru di antaranya rusak berat. Dari pantauan yang terberat di daerah Cugenang dan daerah Cilaku, termasuk juga saya memantau di SMAN 1 Cianjur,” paparnya.

Meski sejumlah sekolah men­galami kerusakan, Dedi me­mastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Ada tiga pola yang dapat dipilih oleh satuan pendidikan se­suai kondisi sekolah itu sen­diri. Tiga pola itu yakni daring, hybrid (luring dan daring) dan sistem sif (pagi dan siang). ”Kewenangan itu saya serah­kan kepada satuan pendidikan atau sekolah untuk membuat kebijakan mana yang kira- kira bisa memudahkan dalam proses belajar mengajar ter­sebut,” paparnya.

Baca Juga  Dies Natalis ke-41, Unpak Ajak Semua Pihak Pantang Menyerah

Tiga pola KBM di wilayah Kabupaten Cianjur yang ma­suk lingkungan Kantor Cabang Dinas (KCD) wilayah VI Jawa Barat ini akan dipantau dua pekan. Dedi juga berpesan agar menerapkan pola yang lebih ramah dalam Ujian Akhir Se­mester (UAS) pada 5 Desem­ber 2022. ”Kepala sekolah dan cabang dinas tolong untuk ujian akhir semester pada 5 Desember ada pola yang lebih ramah anak saat anak-anak masih trauma,” katanya.

Dedi mengatakan, pasca­gempa 5,6 SR yang terjadi di Kabupaten Cianjur, pihaknya langsung melakukan assesment dengan meninjau beberapa sekolah terdampak. Berdasar­kan peninjauan tersebut, Dis­dik Jabar akan melibatkan tim konsultan untuk mengkaji kelaikan bangunan sekolah sebagai tempat belajar.

Sebagai langkah awal, Dedi meminta satuan pendidikan yang sekolahnya terkena dam­pak bencana gempa agar mem­bersihkan lokasi. Setelah di­bersihkan, untuk sekolah yang mengalami kerusakan di atas 50 persen, pihaknya akan me­nyampaikan surat permintaan bantuan tenda untuk proses pembelajaran. ”Di samping itu sambil berjalan ada tim konsultan yang melihat, me­nilai kelaikan bangunan se­kolah, apakah bisa digunakan untuk proses belajar mengajar atau memang membahayakan,” katanya.

Baca Juga  Gempa Di Tasikmalaya, 5 Rumah Warga Rusak

Tak hanya itu, Dedi juga me­mastikan Disdik Jabar akan membuat sejumlah langkah untuk memperbaiki bangunan sekolah yang terkena dampak gempa.

”Kita pun telah menyampai­kan ke Kemendikbud, kita akan membuat langkah-langkah perbaikan sarana, baik itu dari DAK pusat, APBD ataupun CSR atau anggaran belanja tidak terduga,” pungkasnya. (*/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *