Divonis 10 Tahun, Indra Kenz Ajukan Banding

by -
Divonis 10 Tahun, Indra Kenz Ajukan Banding

METROPOLITAN – Pengadilan Negeri Tangerang memvonis 10 tahun penjara terhadap Indra Kesuma alias Indra Kenz. Atas vonis itu, terdakwa tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan penyebaran berita bohong dan penyesatan itu mengaju­kan banding.

Putusan Tim Majelis Hakim yang dike­tuai hakim Rakhman Rajagukguk itu ter­hitung lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, yakni 15 tahun penjara. “Terdakwa bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang dan menyebarkan berita bohong dan penyesatan,” kata Ketua Majelis Hakim, Rakhmat Rajagukguk, ke­marin. ”Kami banding,” kata Penasihat hukum Indra Kenz, Danang Hardianto

Selain hukuman penjara 10 tahun, Indra juga dihukum membayar denda Rp5 mi­liar jika tidak dibayarkan diganti denda kurungan 10 bulan penjara.

Majelis hakim dalam amar putusan me­nyatakan Indra Kenz terbukti bersalah melanggar Pasal 45 A ayat (1) jo Pasal 28 ayat (1) UU ITE serta Pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pence­gahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Baca Juga  Indra Kenz Masih Tutup Mulut Soal Pemilik Binomo, Ini yang Akan Dilakukan Polisi

Kepala Sek­si Pidana Umum Ke­jaksaan Negeri Tangerang Selatan, Herdian Malda Ksatria, menyatakan pihaknya mengambil sikap pikir-pikir atas vonis majelis hakim itu. ”Kami akan pikir-pikir selama tujuh hari,” kata Malda dihubungi terpisah.

Indra Kenz saat ini mendekam di Rumah Tahanan Negara (rutan) Kelas I Salemba Jakarta Pusat. Menurut Kepala Rutan Sa­lemba Fonika Affandi, terdakwa kasus penipuan investasi opsi biner Binomo itu menempati blok dengan kamar berisi 12 orang tahanan. Di penjara, Indra Kenz sama seperti (tahanan) yang lain ikut giat pembinaan, seperti keagamaan, olahraga dan penyuluhan hukum.

Indra Kenz sebelumnya dituntut 15 tahun penjara atas perkara penipuan investasi opsi biner Binomo. JPU menyatakan terdakwa melalui video menye­barkan Binomo sebagai per­mainan harga, ’ jika tebakan salah kehi­l a n g a n seluruh hartanya.’ Korban yang tertarik dengan apa yang dikatakan Indra dalam video itu mendaftar pada link yang disebutkan. Ter­dakwa memasukkan korban dalam grup telegram channel trading official.

Baca Juga  Dwi Sasono Dituntut 9 Bulan Rehabilitasi

JPU menyatakan para saksi korban tanpa sadar melakukan perjudian sebagai mem­ber Indra. Terdakwa mendapat keuntung­an saat pemain menang ataupun kalah. Adapun keuntungan yang diperoleh ter­dakwa kemudian dicairkan ke beberapa rekening aset crypto.

JPU mengatakan, terdakwa memanfaatkan tingkat trading harapan kaya secara instan yang tidak memiliki izin dari Bappebti. Para korban mengikuti dia karena janji ke­menangan 80 persen. (tmp/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *