Elly Rachmat Yasin Dorong Adhi Karya Peduli UMKM dan Angkatan Kerja

by -

Metropolitan – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diharapkan dapat menyerap tenaga kerja besar-besaran. Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota Komisi VI DPR RI, Fraksi PPP Elly Rachmat Yasin.
Pengawasan terhadap BUMN kata Elly merupakan merupakan fungsi dari Komisi VI DPR RI. Saat ini, kebijakan kementerian BUMN hingga aksi korporasi BUMN dalam pengawasan DPR RI dengan tujuan agar BUMN lebih bermanfaat bagi rakyat dan negara.

BUMN dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN merupakan badan usaha yang sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung dan berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan.

“Jadi, BUMN pasti dalam kekuasaan negara. Berbeda dengan swasta yang dikuasasi perorangan atau kelompok,” ujar Elly Rachmat Yasin dalam diskusi bersama tokoh masyarakat dengan tema “Peran Kemitraan UMKM dan BUMN untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi” di Bogor, Kamis 24 November 2022.

Jumlah BUMN sebelumnya sebanyak 108 perusahaan, kini menjadi 41 perusahaan. Bahkan konsolidasi terus dilakukan dengan target menjadi 37 perusahaan. Dari sebelumnya sebanyak 27 kelompok (klaster) kata Elly, kini dirampingkan lagi hanya 12 klaster.
Salah satunya yakni klaster infrastruktur yang di dalamnya terdapat BUMN konstruksi seperti PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

“Adhi Karya saat ini memiliki 180 proyek konstruksi yang sedang berjalan beberapa proyek besar seperti pembangunan beberapa ruas jalan tol, kereta LRT Jabodebek, perluasan kereta MRT Jakarta maupun beberapa proyek di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. Kita harapkan semua proyek Adhi Karya dapat menyerap banyak tenaga kerja anak bangsa,” papar anggota DPR RI Fraksi PPP dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat V Kabupaten Bogor tersebut.

Baca Juga  Wow,Batasan Attachment Gmail Naik Dua Kali Lipat

Masalahnya saat ini, menurut Elly pandemi Covid-19 dalam 2 tahun berdampak meningkatnya pengangguran. Bahkan Pengangguran menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2021 sebesar 9,10 juta.
“Angkatan kerja yang belum terserap mencapai 139,81 juta. Ditambah lagi 30 juta pelaku UMKM yang gulung tikar hingga PHK oleh beberapa perusahaan besar,” jelasnya.

Elly berharap selain penyerapan tenaga kerja, lini bisnis Adhi Karya seperti Engineering & Konstruksi, Properti & Hospitaliti, Manufaktur hingga Investasi juga lebih terbuka melibatkan UMKM. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *