Keren! Dua Alat Ciptaan Mahasiswa UIKA Juara Gelar Inovasi Daerah 2022

by -
HEBAT: Mahasiswa FTS UIKA Bogor saat menerima penghargaan Gelar Inovasi Daerah Kabupaten Bogor 2022.

METROPOLITAN – Tiga Kelompok Mahasiswa Fakul­tas Teknik dan Sains (FTS) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor memborong juara pada even Gelar Ino­vasi Daerah 2022, dari dua kategori yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Pemerintah Kabupaten Bogor.

Diketahui, penghargaan tersebut diberikan Plt Bu­pati Bogor, H Iwan Setiawan, kepada pemenang dalam acara Penganugerahan Pe­menang Gelar Inovasi Daerah 2022 di Gedung Serbaguna I Setda, belum lama ini.

Dalam even bertema “Ter­wujudnya Masyarakat Kabu­paten Bogor Termaju, Nyaman dan Berkeadaban Melalui Optimalisasi Karya Inovasi dan Aplikatif” tersebut, para mahasiswa FTS UIKA Bogor menciptakan dua alat ino­vasi berupa Oksigen Konsen­trator dan Aplikasi Augmen­ted Reality.

Berkat karya yang dicipta­kannya, Hanif Hidayaturrah­man, Dzikri Fadhilah, Sinta Lestari dan Annisa Marli­yani meraih juara 1 Gelar Inovasi Daerah Kategori Ma­hasiswa. Mereka merupakan mahasiswa FTS UIKA Bogor Program Studi Teknik Infor­matika yang menciptakan aplikasi pemanfaatan tekno­logi Augmented Reality (AR).

Baca Juga  Ratusan Pelajar Berburu Gelar!

Wakil Dekan Bidang Kema­hasiswaan FTS UIKA Bogor, Sahid Agustian, mengatakan, AR merupakan teknologi yang menggabungkan secara real-time antara digital konten yang dibuat komputer dengan dunia nyata. “AR memproy­eksikan pengguna untuk dapat melihat objek maya 2D atau 3D yang ditampak ter­hadap dunia nyata,” kata Sahid.

Dengan adanya teknologi ini, diharapkan bisa mem­bantu meningkatkan minat anak dalam belajar. “Seba­gaimana kita tahu pada masa sekarang penggunaan ponsel sudah dijangkau semua kalangan, termasuk anak-anak, sehingga berdampak pada kurangnya minat belajar pada anak,” jelasnya.

Hal itu yang memunculkan ide bagi mahasiswa untuk menciptakan suatu aplikasi AR yang dapat digunakan untuk pembelajaran. “Semis­al yang diciptakan teman-teman mahasiswa di antara­nya berupa alikasi pengenalan buah bagi anak usia dini berbasis android,” ujarnya.

Baca Juga  FMB Rayakan Hardiknas dengan Ngampar Buku

Sementara itu, Asri Wahyuni, Adam Aprina dan Adrian Syawaludin berhasil meraih juara 3 di kategori yang sama. Kali ini, mereka berasal dari Program Studi Teknik Mesin. Mereka sukses menciptakan alat yang dapat mendaur ulang oksigen tanpa harus mengi­si ulang.

Wakil dekan bidang kema­hasiswaan FTS UIKA Bogor itu menjelaskan, alat yang dibawa tercipta berdasarkan maraknya kasus Covid-19, di mana penderita sangat mem­butuhkan oksigen untuk alat bantu napas, namun demikian oksigen semakin langka di pasaran. “Sistem pneumatic Oksigen Konsentrator dirasa akan sangat membantu pasien atau penderita sesak napas khususnya di masa Covid-19,” tuturnya. (bdn/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *