Klien Pemasyarakatan Bapas Bogor Dilatih Teknik Handmade Ecoprint

by -

METROPOLITAN.id – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Bogor melatih belasan klien pemasyarakatan berupa keterampilan teknik handmade ecoprint di aula lantai dua Bapas Bogor pada Selasa (22/11).

Pelatihan ini diikuti belasan klien pemasyarakatan yang sedang menjalani program reintegrasi atau asimilasi dari berbagai lapas/rutan yang berdomisili di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, serta Kota Depok.

Adapun, pelatihan tersebut bekerjasama dengan Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas) dari Natural Cooking Club (NCC) Berbakti Bandung.

Kepala Subsi Bimbingan Klien Dewasa (BKD) Bapas Kelas II Bogor, Firmansyah mengatakan, kegiatan pelatihan memasak ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencapaian tujuan sistem pemasyarakatan yakni membentuk klien agar menjadi manusia seutuhnya.

Baca Juga  Catat! Jamaah Haji yang Berangkat Tahun Ini Diprioritaskan untuk Jamaah yang Tertunda pada 2020

“Tujuan kegiatan ini diantaranya sebagai optimalisasi pemberdayaan/keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan Pemasyarakatan, memberikan keterampilan kepada klien sehingga diharapkan bisa menjadi manusia yang mandiri,” kata Firman yang juga sebagai Ketua Tim Pelatihan.

Sementara itu, Kepala Bapas Kelas II Bogor, Teolina Saragih mengucapkan terima kasih kepada anggota panitia, para pegawai, tim NCC Berbakti Bandung serta semua klien yang hadir.

Sebab, kegiatan ini sejalan dengan tujuan dari Sistem Pemasyarakatan berdasarkan Undang-undang Nomor 22 tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

“Saya berharap kalian dapat memperbaiki diri, kalau ingin mengubah nasib mulai lah dari merubah diri sendiri. Seperti dari hal-hal kecil dengan aktif berpartisipasi dalam pembagunan SDM contohnya ikut aktif gotong royong atau membantu sesama tanpa pamrih,” katanya.

Baca Juga  5 Cemilan Enak dan Murah Berbahan Dasar Telur

“Tunjukkan perubahan positif agar stigmatisasi masyarakat berangsur pudar dan akhirnya hilang. Kehadiran kalian yang sudah berubah positif mesti bisa dirasakan oleh keluarga dan masyarakat secara nyata, jadilah insan yang bermanfaat,” sambungnya.

Dalam kesempatan ini, Teolina juga tak lupa mengajak klien pemasyarakatan untuk terus bersemangat dalam melaksanakan bimbingan. Mengingat, dari 2.600 klien Bapas Bogor, masih ada sekitar 50 persen lagi klien pemasyarakatan yang belum bekerja.

“Itu lah salah satu alasan kami menyelenggarakan Bimbingan Kemandirian dan juga sebagai pelaksanaan amanat UU Pemasyarakatan,” ujarnya.

Sementara itu, kegiatan dilanjutkan ke acara inti yaitu praktik membuat motif dari daun. Dengan menggunakan kaos polos dan goody bag. Dengan demikian mempunyai khas mengikuti bentuk serat daunnya.

Baca Juga  Bocil Bakal Boleh Masuk Mal di Bogor, Ini Syaratnya

Menurut Yani salah satu tim NCC Berbakti Bandung, Ecoprint merupakan bahan yang lebih natural/alam dan sintetis. Seperti pewarna kuning dari kunyit. Berbeda dengan pembuatan sablon digital.

Di tempat yang sama, salah satu peserta Richard dan Erpan Maulana mengaku terbantu dengan adanya pelatihan ecoprint tersebut.

“Sangat bermanfaat, Alhamdulillah sangat terbantu ini pertama kalinya. Jadi mengetahui teknik lain selain sablon digital. Ini pengalaman dan berguna untuk kami,” ungkapnya sambil menunjukkan karya handmade kaos mereka. (rez) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *