Lagi! Bangunan SDN Bantarjati 9 Bogor Ambruk, Kondisinya Kian Memprihatinkan

by -

METROPOLITAN.id – Bangunan salah satu ruang kelas di SDN Bantarjati 9 Kota Bogor kembali ambruk pada Jumat 25 November 2022.

Kerusakan yang terjadi pada bagian atap ruang kelas itu terjadi akibat lapuknya material bangunan serta curah hujan yang cukup tinggi pada akhir-akhir ini.

Pantauan di lokasi, kondisi ruang kelas yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi siswa Kelas 1 C dan 2 C itu kondisinya kian memprihatinkan.

Di mana, kerusakan yang tadinya hanya sebatas ambruk pada bagian plafon, kini bagian genteng ikut mengalami ambruk hingga kondisinya melompong.

“Sabtu itu ambruknya hanya plafonya saja dan genteng masih berdiri, nah hari ini tadi pukul 12:09 WIB, gentengnya pada ambruk,” kata Plt SDN Bantarjati 9, Suci Iriyani kepada wartawan.

Baca Juga  Persaingan Sengit,Juventus Vs Barcelona

Meski kerusakan pada bangunan ruang kelas ini semakin parah, menurut Suci, kerusakan tidak merembet ke dua kelas yang ada disebelahnya.

Namun, untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan, kedua kelas yang ada disebelah bangunan ambruk dikosongkan sampai adanya perbaikan.

“Dua bangunan disebelah masih terap berdiri, hanya kelas itu saja yang semakin ambruk. Meski terlihat utuh, dua kelas itu tetap dikosongkan dan tidak digunakan KBM,” ucap Suci.

“Dan alhamdulillah banyak sekali yang memperhatikan (terkait bangunan ambruk ini), mudah-mudahan segera mendapatkan bantuan untuk segera diperbaiki,” tandasnya.

Sebelumnya, satu buah bangunan ruang kelas yang ada di SDN Bantarjati 9, Kota Bogor ambruk pada Sabtu (19/11).

Baca Juga  Butuh Perluasan, RSUD Kota Bogor bakal 'Caplok' Rusunawa dan Kantor Dinas

Bangunan ruang kelas yang biasa digunakan siswa kelas 1 dan 2 itu sudah berbulan-bulan dibiarkan kosong mengingat kondisinya yang sudah rusak.

Kepala BPBD Kota Bogor, Teofilo Patrocinio Freitas menuturkan, kejadian bangunan ruang kelas di SDN Bantarjati 9 ambruk ini terjadi sekitar pukul 13:00 WIB.

“Atap bangunan ambruk terjadi akibat sudah lapuknya material atap bangunan, serta akibat curah hujan yang cukup tinggi pada akhir-akhir ini,” kata pria yang akrab Theo, Minggu (20/11).

Beruntung, menurut Theo, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa yang terjadi. Mengingat, pada saat kejadian pun tidak ada aktivitas belajar mengajar.

“Tidak ada korban. Pada saat terjadinya kejadian tersebut, tidak ada aktivitas belajar mengajar serta ruangan kelas ini sudah dikosongkan oleh pihak sekolah sejak 2 bulan yang lalu,” ucapnya.

Baca Juga  Tingkatkan Pelayanan Daerah Baru dan Pengembangan Bisnis, Perumda Tirta Pakuan Manfaatkan Pinjaman Bank

Meski begitu, dilanjutkan Theo, untuk mengantisipasi hal yang tidak diingingakn, pihaknya langsung melakukan penanganan sementara di lokasi kejadian.

“Personil TRC-PB BPBD Kota Bogor bersama pihak sekolah sudah selesai melakukan evakuasi terhadap buku-buku pelajaran yang berada di dalam kelas tersebut,” tandasnya. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *